Showing posts with label Lomba/ Giveaway. Show all posts
Showing posts with label Lomba/ Giveaway. Show all posts

Sunday, March 3, 2013

Blogiveaway - Runaway Diary


Sepertinya akhir-akhir ini aku rajin banget ikut giveaway ya. Mumpung banyak yang bagi-bagi rejeki, siapa tahu beruntung ikut kecipratan.. hehe.. Dan postinganku hari ini masih seputar giveaway. Kali ini giveaway berasal dari ToMkuU alias TK. Berhubung persyaratannya tidak terlalu sulit, dan hadiahnya lumayan buanget, rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. Bagi teman-teman yang mau ikutan juga, kalian hanya perlu mendaftarkan postingan kalian tentang 'review sesuatu'. Misalnya review kuliner, tempat-tempat wisata, produk-produk kecantikan, kesehatan, teknologi, buku, hewan, dan lain sebagainya. Nah kebetulan aku sering posting tentang tempat-tempat wisata, ada juga tentang kuliner dan suatu produk. Bolehlah diikutsertakan. Dan inilah link postinganku.
Banyak juga ya postingan yang aku daftarkan. Semoga semua masuk kategori yang dimaksud. Dan semakin banyak yang diikutsertakan berarti peluang untuk bisa menang semakin besar. Aminnn.. ^^

Tuesday, February 26, 2013

Jenang Gulo.. Jangan Lupakan Aku

Kisah cinta memang tak terlupakan. Ada saja yang membuat kita terkenang. Seperti saat ini, tiba-tiba saja sayup-sayup terdengar lagu masa-masa pdkt dengan kekasihku dulu. Lagu itu yang membuatnya klepek-klepek saat mendengar aku menyanyikannya. Pasti banyak yang menyangka aku menyanyikan lagu cinta romantis dari penyanyi internasional, macam Adele, Katy Perry, atau Lady Antebellum. Atau lagu-lagu romantisnya Kahitna dan Geisha. Padahal bukan. Yang aku nyanyikan bukan sebuah lagu biasa, dan tak banyak yang tahu. Aku menyanyikan sebuah lagu campur sari berjudul "Jenang Gulo".

Dia terpana mendengar suaraku mengalun syahdu. Antara heran dan kagum. Heran, karena aku yang bertampang oriental ini, bisa menyanyikan lagu campur sari sefasih itu. Mungkin itu yang ada di pikirannya. Dan aku puas karena strategiku berhasil. Dari awal aku sudah tahu bahwa laki-laki incaranku ini orangnya njawani banget. Jadi aku mengambil hatinya dengan menampilkan sisi jawaku, lewat lagu. Ehemm..
Ada yang penasaran seperti apa lagunya? Ini aku tuliskan liriknya

Jenang gulo,
kowe ojo lali marang aku iki yo kangmas
Nalikane nandang susah sopo sing ngancani,
Dhek semono aku tetep setyo serta tetep tresno yo kangmas.
Durung nate gawe gelo lan gawe kuciwo
Ning saiki bareng mukti kowe kok njur malah lali marang  aku
Sithik-sithik mesti nesu terus ngajak padu
Jo ngono� ojo ngono�
Opo kowe pancen ra kelingan jamane dek biyan yo kangmas
Kowe janji bungah susah padha dilakoni


Lagu ini berirama lembut dan syahdu membuat orang terlena. Tapi daya tarik lagu ini tak hanya itu. Liriknyapun sarat makna. Bukan sekedar tema cinta biasa. Lagu ini mengajarkan kesetiaan, dan mengingatkan kita untuk tidak terlena pada kemakmuran hingga melupakan orang yang selama ini mendampingi kita dalam suka dan duka.
Dan ini terjemahan liriknya secara lengkap

Jenang gulo (gulali : lali, artinya lupa)..
Kamu jangan lupa pada diriku ini
Ketika hidup susah siapa yang menemani?
Dulu aku selalu setia dan cinta
Belum pernah membuat kecewa
Tapi sekarang setelah hidup makmur kamu jadi lupa padaku
Sedikit sedikit kamu marah, terus ngajak berantem
Jangan begitu.. Jangan begitu..
Apa kamu tidak ingat jaman dahulu kangmas
Kamu janji bahagia dan susah sama-sama kita jalani..


Bagus kan liriknya? Dan terbukti lagu dengan bahasa daerah jawa ini mampu menaklukan hati sang gebetan. Nggak kalah dong sama lagu-lagu luar negeri. Jadi siapa nih yang mau ngikuti jejakku, nggebet cowok pakai lagu daerah.. Hihihi
Eh iya cowok gebetanku itu sekarang jadi suamiku loh. Dan kini aku makin suka dengan lagu-lagu berbahasa Jawa, alias lagu-lagu campur sari ;)

 ****

"Postingan ini diikutsertakan di Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway


Thursday, February 7, 2013

[Narsisis-Artistik] Menatap Senja

Model: Cova
Fotografer: Andhie
Lokasi: Pantai Anyer


Selamat pagi teman.. Selamat hari jum'at..
Walaupun masih pagi boleh dong kita bicara dan menatap senja sesaat lewat postinganku ini. Senja, dimanapun itu, memang selalu membawa suasana romantis. Suasana temaram sebelum gelap menjelang, berpadu dengan eksotisnya semburat warna orange dari sinar matahari terbenam. Tak heran banyak yang berlomba-lomba mengabadikan momen indah tersebut. Termasuk diriku. Seperti foto di atas yang diambil saat liburan di Pantai Anyer. Keren bukan? :D

Nah, karena aku merasa foto ini lumayan berkelas (awas kalau ada yang nggak setuju :P), maka aku ikutkan dalam GA-nya Jeng Una manis yang judulnya Narsisis-Artistik Giveaway. Udah tahu dong ya apa yang dimaksud narsisis-artistik? Maksudnya itu bernarsis ria tapi tetap bernilai seni. Bukan sekedar narsis dengan monyong-monyongin bibir loh #eh.

Jadi jelas kan kalau fotoku di atas itu masuk kriteria narsisis-artistik (pokoknya anggap saja begitu). Walaupun foto ini sangat beda dengan pose-pose narsisku yang lain yang biasanya menampilan senyum manis dan mata menggoda, tapi tetap aku anggap foto ini narsis. Nah untuk kriteria artistik, jelas dong ya.. kurang artistik apa lagi coba? Momen sunset dengan pose siluet yang ciamik. Emang sih bentuk siluetnya kurang aduhai, nggak seperti siluet gadis-gadisnya James Bond. Itu sih dari faktor body modelnya.. Hehe.. Tapi pokoknya "I love myself  no matter what!" Hidup narsis!

Postingan ini diikutsertakan di Narsisis-Artistik Giveaway

Tuesday, February 5, 2013

Boneka yang Kurajut dengan Cinta


Aku sudah mengenal dunia rajut merajut sejak kelas 1 SMP. Saat itu kurikulum ketrampilan di sekolahku salah satunya adalah merajut. Kalau kata guruku dulu, aku cukup berbakat di bidang ini. Terbukti hasil rajutanku laku keras di bazar yang diadakan pihak sekolah. Kala itu aku membuat taplak berbagai jenis dan ukuran. Senang rasanya hasil karya kita digemari banyak orang. Terlebih untuk ukuran seorang anak SMP, merajut bukanlah pekerjaan yang mudah. Tentu saja aku bangga, punya ketrampilan yang tidak semua orang bisa.

Seiring berjalannya waktu, aku semakin disibukkan oleh banyak kegiatan, sehingga merajut mulai kulupakan. Namun belasan tahun kemudian secara tak sengaja, aku mulai merajut lagi. Saat aku lihat benang rajut yang dipajang di etalase gramedia, tiba-tiba aku ingat, "oh iya, aku pernah bisa merajut. Gimana kalau aku coba lagi". Penasaran apakah talentku masih ada atau sudah hilang, akhirnya aku beli satu gulung benang rajut dan hakken. Dan mulailah dengan pemanasan melemaskan jari-jariku. Aku merajut lagi.

Ada keasyikan tersendiri saat merajut. Sungguh aku merasa terhibur. Bagiku merajut itu sebuah proses yang ajaib. Bagaimana tidak, dari sehelai benang, bisa menjadi berbagai bentuk dan produk yang indah. Dan yang diperlukan hanyalah ketelaten.

Satu per satu aku mulai membuat tempat hp, dompet, tas, dan boneka rajut. Dan yang terakhir inilah yang menjadi spesialisku saat ini. Kenapa aku memilih boneka rajut? Itu karena kecintaanku pada dunia anak. Anak-anakku yang awalnya memintaku membuat boneka. Padahal aku belum pernah membuat sama sekali. Jadi secara otodidak aku mencoba membuatnya. Dan alhamdulillah anak-anak sangat menyukai hasilnya. Sejak saat itu aku mulai membuat boneka dengan berbagai karakter, dan aku design sendiri polanya. Tidak mudah memang, karena itu membutuhkan daya imaginasi yang tinggi. Tapi semua itu membuatku senang saat melihat hasilnya yang memuaskan.


Ternyata boneka rajutku tak hanya disukai anak-anakku. Banyak temanku tertarik dengan hasil karyaku ini. Beberapa temanku mulai banyak yang pesan. Ada pula yang meminta karakter yang beda. Dan berkat ide mereka karakter boneka yang aku buat terus berkembang. Banyak pula yang meminta dibuatkan boneka dengan karakter tokoh kartun favorit mereka.

Kini penggemar boneka rajutku bukan hanya dari kalangan anak-anak saja. Tapi juga remaja dan orang dewasa, laki-laki maupun wanita. Bisa dibilang boneka rajutku ini boneka untuk segala usia dan gender. Bahagia rasanya melihat binar mata para pelanggan saat melihat boneka pesanan mereka sudah jadi. "Waah lucunya..", "waah manis banget..", "wow baguuus..", "Mau pesan lagi dong..", begitu komentar mereka.


Tapi walaupun banyak yang menggemari, aku belum berani mempromosikan lebih jauh. Paling cuma upload foto di facebook saja. Kenapa? Karena semuanya aku kerjakan seorang diri. Dan untuk mengerjakannya waktunya sempit, sebab aku ini pekerja kantoran yang waktu kerjanya cukup ketat. Biasanya aku mengerjakan saat istirahat di kantor atau saat sudah pulang kantor, dan saat weekend saja. Aku takut kalau kebanyakan yang pesan aku kewalahan, dan hasilnya tidak memuaskan. Bukan sombong atau nolak rejeki, tapi karena aku cukup tahu diri dengan kondisiku, tak ingin mengecewakan penggemar.. Hehe..

Sebenarnya aku ingin lebih serius di bidang ini. Semoga suatu saat bisa. Dan semua harus dipersiapkan dengan baik dan matang, terutama untuk tenaga perajutnya. Untuk membuat usaha ini lebih berkembang rasanya tak mungkin kalau semua aku kerjakan sendiri, Nah untuk saat ini sementara aku memajang karyaku di facebook. Boneka rajutku ini aku beri label "Cova Amigurumi". Cova adalah namaku, dan amigurumi artinya seni merajut boneka. Foto-foto di atas adalah beberapa contoh boneka rajutku. Kalau ingin melihat secara lengkap bisa kunjungi pagenya di www.facebook.com/CovaAmigurumi. Monggo silahkan dilihat-lihat dan di-like. Eh, malah promosi.. Hihihi.. Kalau mau pesan juga boleh, tapi harus sabar ya� ^^




*Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway 3 Tahun Ladaka Handicraft*




*dan dalam rangka memeriahkan gerakan #7HariMenulis*

[BeraniCerita#1] Enam Tiga Puluh


Kulirik jam tanganku, 6.30 pagi. Seperti biasa aku menunggunya di persimpangan jalan ini.  Menunggunya untuk berangkat sekolah bersama. Inilah saat yang selalu aku rindukan. Saat aku bisa melihat wajah cerianya dan kerlingan mata jenakanya, ketika dia berceloteh riang. Setiap hari ada saja yang dia ceritakan. Semua terasa indah didengar. Walaupun aku hanya meresponnya dengan senyuman, anggukan, atau kata "Ouu.." saja, tapi dia tak merasa keberatan. Dia memang sangat mengerti aku, seorang cowok dingin dan pendiam, begitu kata teman-temanku. Sedangkan dia seorang gadis periang yang tak bisa diam. Aku ibaratkan kami ini seperti Rangga dan Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta. Kami berbeda, tapi satu dalam cinta.

Tap.. tap.. Suara langkah kakinya mendekat. Dia selalu datang dengan setengah berlari. Rambut panjangnya yang diikat bandana berkibar menutupi sebagian wajah manisnya. Setelah ini dia pasti menyapaku riang "Hai.. Udah lama nunggu ya? Sori ya kelamaan". Dan selalu kubalas dengan anggukan saja. Tapi, kali ini dugaanku meleset. Dia tak menyapaku. Dia hanya diam dengan ekspresi datar, dan melanjutkan langkah kakinyatanpa melirikku sedikitpun. Aku segera menyusul di sampingnya. Seribu tanda tanya berkecamuk di otakku. Apakah dia ada masalah? Apakah dia marah? Apa dia sakit?

Kucoba tetap tenang. Tidak lama lagi dia pasti menceritakan keluh kesahnya seperti biasanya.  Sepuluh menit telah berlalu dari 6.30, dan dia tetap diam. Tak sepatah katapun keluar dari bibirnya. Belum pernah aku sejengah ini berasa di sisinya. Aku tak bisa diam saja, aku tak tahan lagi. Akhirnya kuberanikan diri bertanya "Rin, ada apa?� Dia hanya menggeleng, tanpa menghentikan langkahnya.

Semakin jelas dia ada masalah. Belum pernah sekalipun dia mengabaikanku seperti ini. Dorongan rasa penasaran membuatku bicara lebih banyak �Kenapa kamu diam saja? Ada masalah apa?". Secara tak terduga dia menghentikan langkahnya, tepat di depan gerbang sekolah. Dengan mata berkilat dia menatapku tajam, dan berkata "Kamu benar-benar ingin aku bicara? Untuk apa? Untuk apa aku bicara, untuk apa aku banyak cerita kalau kamu tak pernah menanggapi. Bahkan aku tak pernah tahu selama ini kamu benar-benar mendengarku atau tidak . Aku bosan jadi radiomu!"

Kata-katanya deras mengguyurku hingga beku. Dan aku hanya bisa terpaku, memandangnya berlalu.

***
*Mendengarkan cerita dan keluh kesahnya, adalah salah satu cara mencintai. Tapi terkadang mendengar saja tidak cukup*

 ***
"Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma."

Sunday, January 13, 2013

Teruntuk Cintaku Mimi Radial

Selamat siang teman-teman..
Postingan kali ini adalah persembahan khusus untuk Mimi Radial. Siapa sih yang tak kenal Mimi Radial? Emak-emak blogger yang satu ini emang gaoool abis. Penggemarnya tersebar merajalela bak jamur di musim hujan, dan seperti debu di musim kemarau.. eeeaa.. :D. Di manapun Mimi slalu menghibur para fansnya. Lihat saja blognya yang unyu banget. Juga facebooknya yang tak pernah berhenti membuat tersenyum dengan status-statusnya yang menggelitik. Dan kali ini, untuk para fansnya Mimi bikin giveaway yang judulnya I love Mimi. Sebagai fans beratnya Mimi, tentu aku ikut berpartisipasi. Inilah persembahanku untuk Mimi tercintaaah... sebuah foto yang unyuuuuu bgt (*tenang Mi.. bukan foto narsisku kok.. hehe)


Selamat ulang tahun buat Mimi cayank.. semoga makin narsis, makin gaol, makin seksih 'n makin baik hati.. semoga hari-harimu indah selalu.. dengan banyak cinta di sekitarmu.. 
Peluk dan kecup basah dari Cova 'n Cova bear ^^

Give away I love Mimi

Monday, December 10, 2012

Kabar Gembira dan #raisytasthyGA

Alhamdulillah.. banyak sekali kegembiraan yang kualami beberapa hari ini. Dimulai berita yang datang dari Mas Asep Haryono, yang mengabarkan bahwa kalimatku "Sesungguhnya modal utama yang kita butuhkan untuk mewujudkan impian itu bukan waktu, bukan uang atau kesempatan. Tapi yang kita butuhkan adalah niat dan tekad yang kuat", terpilih menjadi "Quote Pilihan Minggu Ini", dan sempat terpajang di blognya selama 1 minggu penuh. Aiih.. senangnya.. Makasih ya Mas Asep ^^
Diikuti kabar gembira dari Penghuni 60, yang mengabarkan bahwa blogku terpilih menjadi "Guest this week", dan otomatis terpajang di blognya sebagai guest star selama 1 minggu penuh.. Ihiiiir.. jadi berbunga-bunga.. hihihi.. Makasih ya Penghuni 60.. ^^

Oh iya, ada lagi. Beberapa hari kemarin aku berkesempatan bertemu langsung alias kopdaran sama Kang Bejo. Siapa Kang Bejo? Yang belum tahu bisa mampir di blognya Mas Seagate :D.

Dan kegembiraan yang baru saja aku alami adalah caving ke Goa Buniayu. Merasakan petualangan tak terlupakan menjelajah perut bumi. Panasaran? Tunggu saja ceritanya di postinganku selanjutnya. Hanya di Runaway Diary.. halah.. hihi

Nah, kini saatnya aku sharing berita gembira untuk teman-teman semua. Apakah itu? Tidak lain adalah gratisaaan... alias giveaway. Kali ini giveaway-nya datang dari teman bloggerku Raisy Tasthy. Raisy Tasthy ini adalah online shop yang membuat produk 100% handmade. Dalam GA pertamanya ini, akan dibagikan sekaligus 5 giveaway boneka, tas, dll. Yang ingin ikutan, silahkan ikuti persyaratan berikut ini.


Jangan lupa ya.. GA ini hanya sampai dengan akhir tahun ini saja. Dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 1 Januari 2013. Selamat Mengikuti ^^

Sunday, August 12, 2012

Hati Tentram dengan Kosmetika Halal

Sudah sewajarnya jika setiap wanita ingin tampil cantik. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi keinginan mereka ini. Tak heran jika semakin hari semakin banyak produsen alat kecantikan dan kosmetika bermunculan demi memanjakan para wanita. Seperti yang kita lihat diberbagai pusat-pusat perbelanjaan, dari pasar hingga mall bisa kita jumpai beraneka macam kosmetika dengan berbagai merek. Semua laris manis. Bahkan di antaranya banyak dijumpai kosmetika impor yang harganya selangit. Dan herannya, walaupun harganya mahal tapi tetap saja jadi buruan. Ini karena banyak wanita yang berpendapat bahwa produk impor pasti lebih bagus daripada produk dalam negeri, dan bisa mempercantik mereka secara maksimal dibandingkan produk dalam negeri. Padahal pendapat mereka ini tak selamanya benar. Justru produk-produk impor inilah yang harus lebih kita waspadai karena kandungan produknya belum tentu cocok untuk kulit kita, kulit asia. Tak jarang mereka yang memakai produk impor malah mengalami alergi. Memang tak semua produk impor tidak cocok dengan kulit kita, tapi tetap saja kita harus lebih berhati-hati. Jangan sampai maksud hati ingin cantik, tapi yang didapat malah kulit jadi sakit. Sudah harga kosmetikanya mahal, eh malah harus mengeluarkan uang lagi untuk berobat, karena kulit rusak.

Selain hal tersebut di atas, ada hal lain lagi yang harus kita perhatikan yang tak kalah pentingnya. Yaitu masalah kehalalan produk. Walaupun kita sudah yakin kosmetika itu cocok dengan kulit kita, tapi sebagai muslimah kita harus tahu kehalalannya produk yang kita pakai. Seperti halnya makanan, produk kosmetika ini juga melekat dan meresap di tubuh kita. Jadi memakai produk yang halal adalah syarat yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk itulah kita harus jeli dan bijak memilih kosmetika. Jangan sampai hanya karena ingin tampil cantik, kita rela mengabaikan syariat agama. Bukankah akan lebih tenang kalau kita bisa tampil cantik dengan produk kosmetika yang aman dan halal?

Karena itulah, maka aku lebih memilih mempercantik diri dengan kosmetika produk dalam negeri yang sudah terjamin keamanan dan kehalalannya. Dan produk Wardah adalah pilihanku. Kenapa aku pilih Wardah? Pertama karena Wardah adalah kosmetika produk dalam negeri, yang kandungannya sudah pasti cocok untuk kulit asia. Jadi aku tidak was-was akan kemungkinan alergi. Kedua Kosmetik Wardah harganya relatif terjangkau, dan jauh lebih murah dibanding produk-produk kosmetik bermerek dari luar negeri. Ketiga dan yang terpenting adalah
Kosmetik Wardah ini telah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Jadi sudah jelas jaminan kehalalannya. Kosmetika yang berkualitas, aman, harga terjangkau dan halal, kurang apa lagi?



Oh iya masih ada lagi, rangkaian produk dari Kosmetik Wardah sangat lengkap. Tak hanya make up saja, tapi juga skin care dan parfum. Untuk make up, warna-warna yang dihadirkan sangat elegan dan natural, mencerminkan citra muslimah yang santun. Seperti yang aku pakai di foto pada postingan blog ini. Aku memakai bedak two way cake warna sheer pink, dan exclusive lipstick warna sweet orchid nomor 34 . Sangat natural bukan? Karena cantik tak harus dengan make up berlebihan. Dan dengan memakai kosmetika yang halal, kita tak hanya mempercantik diri dari luar, tapi juga memancarkan aura kecantikan dari dalam. Karena kosmetika halal membuat hati tentram dan pasti akan menambah percaya diri. 


Thursday, August 9, 2012

Bosan Jadi Pegawai

Berangkat ke kantor dari jam 6 pagi, pulang kantor jam 7 malam. Begitu setiap hari. Belum lagi di kantor dijejali beban kerja yang tinggi yang sangat menguras energi fisik dan mental. Ditambah lagi dengan lalu lintas di perjalanan yang selalu macet dan makin menambah stres saja. Sesampainya di rumah, aku tak bisa leyeh-leyeh begitu saja. Segala urusan rumah tangga dan anak-anak siap menunggu untuk kutangani. Beginilah kondisiku sehari-hari sebagai wanita bekerja sekaligus ibu rumah tangga. Alhamdulillah sejauh ini dapat aku jalani, walaupun dengan kemampuan yang terbatas. Tapi meskipun begitu, aku sering mengalami kebosanan atas berbagai rutinitasku itu. Rasanya diri ini disetir dan diprogram untuk melakukan hal-hal yang itu-itu saja, tanpa kebebasan sejenak untuk menjalanin kesenangan pribadi, dan menjalani hal-hal yang aku senangi.

Sering aku merenungi apa yang aku kujalani kini. Alhamdulillah aku punya pekerjaan, bisa menafkahi anak-anakku dengan cukup, bisa sesekali mengirim uang untuk orang tua dan adikku. Tidak jarang beberapa orang iri dengan yang aku raih sekarang. Tapi tidak tahukah mereka bahwa yang aku jalani ini memaksaku untuk mengorbankan sesuatu yang berharga yaitu freedom, time and passion. Freedom adalah kebebasanku, karena sebagai pegawai aku harus mengikuti segala aturan yang ada, termasuk waktu kerja. Telat sedikit saja gaji dipotong. Sedangkan kalau bekerja sampai lewat waktu tak diberi reward. Tidak adil memang. Time adalah waktuku bersama anak-anakku. Bisa dibayangkan dari dini hari hingga malam hari aku di luar rumah, pasti waktu untuk bersama anak-anak sangat sedikit. Passion adalah hasrat dan gairah untuk mewujudkan impianku. Karena pekerjaan yang aku jalani sekarang bukanlah passionku.

Terpikir olehku untuk mengundurkan diri dari pekerjaan demi mengembalikan freedom, time and passionku. Tapi untuk mundur tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Terutama faktor finansial yang pasti akan berkurang karena tak ada lagi income yang aku hasilkan. Mau tak mau hal ini pasti mengganggu kestabilan rumah tangga. Bagiku mungkin mudah untuk menyesuaikan diri hidup pas-pasan. Tapi bagi anak-anak tentu itu sangat sulit.

Karena itu aku ingin merintis usaha sendiri agar di saat aku resign nanti, aku punya pegangan. Tapi sampai sekarang memang belum ada yang aku jalani serius. Pernah beberapa kali karena diajak teman, aku ikut bisnis semacam MLM. Dan beberapa kali terbengkalai begitu saja. Mungkin karena tak ada passion di bidang ini. Pernah juga aku membantu temanku dagang baju muslim untuk anak-anak. Tapi proses kulakannya benar-benar merepotkan. Dan aku kapok menjalaninya. Mungkin karena cuma membantu, jadi masalah bagi keuntungan juga tak jelas. Menjadi penjual bantal juga pernah, dan tidak laku. Akhirnya bantalnya aku pakai sendiri..hehe..

Setelah aku gagal dengan bisnis yang berhubungan dengan perdagangan barang, aku mulai berpikir, mungkin aku lebih berbakat di bidang penjualan jasa. Waktu kuliah dulu, aku pernah menjadi guru les privat, dan alhamdulillah hasilnya lumayan. Aku cukup laris di masa itu. Aku bisa menabung, beli baju buat sendiri dan buat adikku, beli tiket pulang kampung, dan bisa mentraktir teman-temanku. Sepertinya aku cukup berbakat di bidang ini. Mengingat keberhasilan itu, aku berniat ingin bisa kembali menjalaninya dengan lebih serius. Tapi bukan berbentuk les privat yang datang ke rumah. Rencananya aku akan membuka tempat les di rumahku. Untuk awalnya aku akan membuka les baca, tulis, dan hitung untuk anak-anak yang akan masuk SD. Kupikir pangsa pasarnya cukup lumayan karena sebagian besar warga komplekku adalah pasangan usia muda yang anak-anaknya masih kecil-kecil, antara usia TK dan SD. Selain itu bisnis ini tak membutuhkan modal uang yang banyak. Paling hanya untuk menata salah satu  ruangan di rumah sebagai tempat belajar mengajar. Selebihnya hanya modal ilmu, mental, kesabaran, dan kecintaan pada anak-anak. Semoga rencanaku ini bukan hanya jadi wacana saja.





NB:
Maaf ya jeng Popi.. postingannya jadi lebih dari satu paragraf, soalnya sekalian numpang curhat.. hehe..  Anggap saja yang diikutsertakan GA yang paragraf terakhir saja. Semoga tetap berkenan ya.. :)


Monday, February 6, 2012

Pantai Ngrenehan, The Other Side of Yogyakarta

�Semakin alami sebuah tempat semakin menarik pula untuk dikunjungi� itulah yang ada dalam pikiranku. Seperti saat aku memutuskan mengunjungi pantai yang indah ini.

Yogyakarta memang kaya akan tempat wisata, baik itu wisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja dan wisata alam. Bicara tentang wisata alam di Yogyakarta, pasti semua kenal Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukub dan Pantai Krakal. Pantai-pantai tersebut memang menjadi magnet kuat bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara. Tak heran jika pantai-pantai tersebut selalu ramai dikunjungi orang.  Tapi kali ini aku tidak tertarik mengunjungi pantai-pantai tersebut. Aku justru tertantang untuk mengunjungi sebuah pantai yang kurang dikenal orang, bahkan beberapa temanku yang tinggal di Yogyakartapun tak mengetahui keberadaan pantai ini. Pantai Ngrenehan -  One of The Hidden Paradise in South of Yogyakarta. 






Pagi-pagi sekali kami sudah bersiap-siap. Dari hasil googling, aku mendapat info bahwa pantai ini terletak di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, jaraknya sekitar 80 km dari kota Yogyakarta. Mmm.. cukup jauh juga ya. Sepertinya perlu beberapa jam untuk sampai di sana. Berbekal GPS dan peta Yogyakarta *takut nyasar*, dimulailah petualangan kami hari itu. Tepat pukul 7 pagi, kami berlima, aku, suami, adikku, dan dua orang anakku, berangkat dari rumah orang tuaku di Magelang. Sebenarnya ada rasa was-was saat mengawali perjalanan ini, mengingat tempat ini belum dikenal banyak orang, kemungkinan fasilitasnya belum bagus. Apalagi aku membawa anak-anak, aku khawatir mereka tidak nyaman di sana.


Tapi kekhawatiranku ternyata tidak terbukti, anak-anakku justru sangat menikmati perjalanan ini. Ini tidak mengherankan, karena sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang cukup seru. Bukit-bukit berbatu, dengan tebing-tebing dan pohon-pohon jati yang tumbuh di sekitarnya. Jalan berkelok-kelok dan beberapa tikungan tajam,  cukup memacu adrenalin. Apalagi jalan di daerah Gunung Kidul ini tergolong sempit, jadi mesti ekstra hati-hati. Bagi yang belum jago nyetir jangan coba-coba bawa mobil kesini ya.. hehe.. 


Ada lagi pemandangan lain yang tak kalah unik di kawasan Gunung kidul ini, yaitu penjual belalang goreng di pinggir jalan. Mereka menjajakannya dengan cara menggantung rentengan belalang-belalang itu di sepedanya. Bagi yang penasaran pengen tahu rasanya seperti apa, boleh kok dicoba. Kalau aku sih belum punya nyali untuk mencoba kuliner yang satu ini, lihat wujudnya aja rasanya geli..  -__-


Setelah beberapa kali menanyakan arah kepada penduduk sekitar, akhirnya kami sampai di sebuah gerbang yang menandakan kami telah memasuki kawasan pantai. Sebenarnya gerbang ini hanya berupa gardu kecil dengan portal ala kadarnya, yang ditunggui seorang bapak-bapak tua. Dan dengan muka lempeng tanpa ekspresi, dia berkata kepada kami �Tujuh ribu�. Aku sempat terpana. Ternyata Rp 7000 itu harga tiket masuk untuk kami berlima, ditambah 1 buah mobil. Wah murah sekali ya, dengan harga segitu kami sudah bisa menikmati 3 buah pantai sekaligus, Pantai Ngrenehan, Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan. Coba bandingkan dengan masuk kawasan Pantai Ancol Jakarta, yang tiket masuknya per orang Rp 15.000, belum lagi tambahan untuk kendaraan.






Tepat pukul 10.00 pagi kami menjejakkan kaki di Pantai Ngrenehan, dan langsung disambut oleh pemandangan yang benar-benar membuai mata. Laut biru dan pasir putih, berpadu dengan cerahnya langit, ditambah dengan suasana yang tenang dan alami. Pantai kecil ini diapit oleh bukit-bukit batu karang, dengan tanaman semak-semak yang tumbuh di sekitarnya.  Ada beberapa perahu nelayan di tepi pantai yang makin menghidupkan suasana. Dan yang membuat tambah sempurna adalah pantai ini sepi pengunjung, ini membuat kami merasa seperti berada di pantai pribadi :D. 




Pagi itu matahari belum terlalu menyengat, dan kami puaskan diri untuk bermain-main di sini. Anak-anak pun sangat ceria. Mereka memang sangat menyukai pantai. Berfoto-foto dengan berbagai gaya adalah wajib untuk dilakukan. Dan kami pun tak perlu malu-malu, karena di sini tidak banyak orang yang melihat aksi konyol kami.. hehe..  




Sekitar jam 12 siang barulah beberapa orang pengunjung datang, dan suasana pantai ini menjadi agak ramai. Kami memutuskan untuk istirahat saja dan makan siang di sini. Pantai Ngrenehan memang pusatnya para nelayan, dan mereka menjual hasil tangkapan laut kepada para pengunjung. Berbagai jenis ikan, kerang, kepiting, rajungan dan cumi, semua tersedia di sini. Harganyapun cukup terjangkau. Kami  memesan ikan tongkol  seharga Rp 25.000 sekilonya, itu sudah termasuk ongkos masaknya. Kita bisa memilih jenis masakan sesuai selera kita, bisa digoreng, dibakar, asem manis, saos tiram atau saos padang.  Dan siang itu kami makan di pondok pinggir pantai dengan menu ikan segar yang dimasak langsung, dan minumnya air kelapa muda langsung dari pohonnya. Wah nikmat sekali bukan? What a wonderful life.. ^_^


Aku sungguh ingin ke pantai ini lagi, menikmati indahnya alam yang jauh dari hiruk pikuk keramaian, sekedar untuk melepaskan kejenuhan. Dan menyerap energi positifnya untuk menyegarkan jiwa dan raga yang lelah ini. Oh andai aku bisa kesana saat ini juga...

*****






*Baca postinganku selanjutnya tentang Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan hanya di Runaway Diary  ^_^

Wednesday, December 21, 2011

Senyumku Bahagiaku

Senyum adalah cerminan jiwa yang bahagia.. dan membuat orang lain bahagia
Senyum dapat membebaskan diri kita dari perasaan terbelenggu derita
Ayo bebaskan senyummu.. dan raih bahagiamu.. :)




Foto ini aku ikutsertakan dalam Kontes SEGGER untuk Kategori Foto SEGGER WANITA
^_^