Hari Senin, seperti biasa berangkat ke kantor dengan mata mengantuk, dan tak semangat, seakan tak rela hari libur telah berakhir. Dengan langkah gontai aku menuju ke meja kerjaku. Sesaat sebelum sampai di mejaku, mata ngantuk ini menangkap sesuatu yang tidak biasa di sana. Sebuah bingkisan nangkring manis di mejaku yang berantakan. Yeay.. Sebuah paket! Mata ngantukku langsung berbinar saat kulihat nama pengirimnya, Ladaka Handicraft. Alhamdulillah hadiahnya sudah sampai. Ini adalah hadiah Giveaway yang diadakan oleh Ladaka Handicraft. Tentu ini sangat istimewa bagiku. Karena selama setahun lebih malang melintang di dunia perbloggeran, dan beberapa kali ikut kontes, baru kali ini aku berhasil menjadi pemenang *terharu*.
Dengan tak sabar aku buka bingkisan itu. Dan.. Taraaa... Hadiahnya bagus banget. Sebuah tempat pulpen warna ungu yang unyu banget. Pas banget dengan yang kumau. Saat ikut kontes ini, aku sudah mendambakan tempat pulpen itu. Secara aku memang tak punya tempat pulpen. Adanya tempat pulpen ala kadarnya dari bekas wadah permen *malu*. Itupun berantakan sekali, karena kepenuhan muatan. Jadi hadiah dari Ladaka Handicraft ini memang pas dengan kebutuhanku. Lihat nih penampakan pulpen-pulpenku sebelum dan sesudah memakai tempat pulpen dari Ladaka Handicraft.
Sangat elegan ya tempat pulpennya. Berasa kaya� meja pejabat saja.. Hihihi. Tapi sepertinya sayang kalau tempat pulpen sekeren itu nangkring di mejaku yang berantakan. Ya sudahlah, mau nggak mau aku harus beresi mejaku. Beberapa temanku yang melihat pemandangan aneh di mejaku langsung komentar.
"Wah bagus banget tempat pulpennya.. Dapat darimana?"
"Wuiih keren nih cuy.. Dikasih siapa?"
Dan tak ada satupun yang nanya "Beli di mana?", Penasaran, akhirnya aku balik nanya ke mereka "Kok kalian nggak ada yang nanya beli di mana?". Jawaban mereka "Ya iyalah pasti nggak beli sendiri. Lo mana mampu beli barang sekeren itu". Haduuuh.. mereka ini minta ditimpuk rupanya :P.
Tapi memang benar sih. Kalau bukan karena menang giveaway, aku mana kepikiran beli tempat pulpen sebagus itu.. Hehehe.. Makasih Ladaka Handicraft yang sudah memenangkan tulisanku yang berjudul Boneka yang Kurajut Dengan Cinta. Dan semoga aku berhasil memenangkan kontes-kontes yang lainnya. :D
Showing posts with label pernak pernik. Show all posts
Showing posts with label pernak pernik. Show all posts
Sunday, February 24, 2013
Tuesday, February 5, 2013
Boneka yang Kurajut dengan Cinta
Aku sudah mengenal dunia rajut merajut sejak kelas 1 SMP. Saat itu kurikulum ketrampilan di sekolahku salah satunya adalah merajut. Kalau kata guruku dulu, aku cukup berbakat di bidang ini. Terbukti hasil rajutanku laku keras di bazar yang diadakan pihak sekolah. Kala itu aku membuat taplak berbagai jenis dan ukuran. Senang rasanya hasil karya kita digemari banyak orang. Terlebih untuk ukuran seorang anak SMP, merajut bukanlah pekerjaan yang mudah. Tentu saja aku bangga, punya ketrampilan yang tidak semua orang bisa.
Seiring berjalannya waktu, aku semakin disibukkan oleh banyak kegiatan, sehingga merajut mulai kulupakan. Namun belasan tahun kemudian secara tak sengaja, aku mulai merajut lagi. Saat aku lihat benang rajut yang dipajang di etalase gramedia, tiba-tiba aku ingat, "oh iya, aku pernah bisa merajut. Gimana kalau aku coba lagi". Penasaran apakah talentku masih ada atau sudah hilang, akhirnya aku beli satu gulung benang rajut dan hakken. Dan mulailah dengan pemanasan melemaskan jari-jariku. Aku merajut lagi.
Ada keasyikan tersendiri saat merajut. Sungguh aku merasa terhibur. Bagiku merajut itu sebuah proses yang ajaib. Bagaimana tidak, dari sehelai benang, bisa menjadi berbagai bentuk dan produk yang indah. Dan yang diperlukan hanyalah ketelaten.
Satu per satu aku mulai membuat tempat hp, dompet, tas, dan boneka rajut. Dan yang terakhir inilah yang menjadi spesialisku saat ini. Kenapa aku memilih boneka rajut? Itu karena kecintaanku pada dunia anak. Anak-anakku yang awalnya memintaku membuat boneka. Padahal aku belum pernah membuat sama sekali. Jadi secara otodidak aku mencoba membuatnya. Dan alhamdulillah anak-anak sangat menyukai hasilnya. Sejak saat itu aku mulai membuat boneka dengan berbagai karakter, dan aku design sendiri polanya. Tidak mudah memang, karena itu membutuhkan daya imaginasi yang tinggi. Tapi semua itu membuatku senang saat melihat hasilnya yang memuaskan.
Ternyata boneka rajutku tak hanya disukai anak-anakku. Banyak temanku tertarik dengan hasil karyaku ini. Beberapa temanku mulai banyak yang pesan. Ada pula yang meminta karakter yang beda. Dan berkat ide mereka karakter boneka yang aku buat terus berkembang. Banyak pula yang meminta dibuatkan boneka dengan karakter tokoh kartun favorit mereka.
Kini penggemar boneka rajutku bukan hanya dari kalangan anak-anak saja. Tapi juga remaja dan orang dewasa, laki-laki maupun wanita. Bisa dibilang boneka rajutku ini boneka untuk segala usia dan gender. Bahagia rasanya melihat binar mata para pelanggan saat melihat boneka pesanan mereka sudah jadi. "Waah lucunya..", "waah manis banget..", "wow baguuus..", "Mau pesan lagi dong..", begitu komentar mereka.
Tapi walaupun banyak yang menggemari, aku belum berani mempromosikan lebih jauh. Paling cuma upload foto di facebook saja. Kenapa? Karena semuanya aku kerjakan seorang diri. Dan untuk mengerjakannya waktunya sempit, sebab aku ini pekerja kantoran yang waktu kerjanya cukup ketat. Biasanya aku mengerjakan saat istirahat di kantor atau saat sudah pulang kantor, dan saat weekend saja. Aku takut kalau kebanyakan yang pesan aku kewalahan, dan hasilnya tidak memuaskan. Bukan sombong atau nolak rejeki, tapi karena aku cukup tahu diri dengan kondisiku, tak ingin mengecewakan penggemar.. Hehe..
Sebenarnya aku ingin lebih serius di bidang ini. Semoga suatu saat bisa. Dan semua harus dipersiapkan dengan baik dan matang, terutama untuk tenaga perajutnya. Untuk membuat usaha ini lebih berkembang rasanya tak mungkin kalau semua aku kerjakan sendiri, Nah untuk saat ini sementara aku memajang karyaku di facebook. Boneka rajutku ini aku beri label "Cova Amigurumi". Cova adalah namaku, dan amigurumi artinya seni merajut boneka. Foto-foto di atas adalah beberapa contoh boneka rajutku. Kalau ingin melihat secara lengkap bisa kunjungi pagenya di www.facebook.com/CovaAmigurumi. Monggo silahkan dilihat-lihat dan di-like. Eh, malah promosi.. Hihihi.. Kalau mau pesan juga boleh, tapi harus sabar ya� ^^
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway 3 Tahun Ladaka Handicraft*
*dan dalam rangka memeriahkan gerakan #7HariMenulis*
Monday, October 8, 2012
Virus Amigurumi
Apa sih amigurumi itu? Pasti banyak yang belum tahu tentang seni yang berasal dari negeri sakura ini. Tapi bagi penggemar rajut merajut, pasti sudah kenal. Nah bagi yang belum tahu, aku jelasin sedikit ya. Amigurumi, berasal dari dua kata yaitu ami yang artinya rajutan. Dan nuigurumi yang artinya boneka. Jadi amigurumi adalah seni merajut boneka. Biasanya boneka yang dibuat mempunyai ukuran yang kecil. Berbagai karakter bisa dibuat versi amiguruminya. Dan tentunya dibutuhkan jiwa seni dan ketekunan untuk membuatnya.
Nah, sekitar sebulan yang lalu aku tiba-tiba tertarik membuat amigurumi. Berbekal pelajaran ketrampilan merajut yang kudapat saat SMP dulu, aku secara otodidak mencoba mendalami seni ini. Awalnya sih karena ingin membuat boneka panda untuk diri sendiri. Namun belum jadi membuat boneka panda, eh anak-anakku udah request macam-macam. Untuk percobaan pertama aku membuat boneka kepik untuk Ariq. Lalu Lita ngiri dan minta dibuatkan boneka kura-kura. Ternyata hasilnya lucu-lucu loh. Sepertinya aku cukup berbakat membuat amigurumi.. Hehe..
Setelah itu berbagai macam karakter mulai kubuat satu per satu. Ternyata membuat amigurumi itu menyenangkan loh. Memang dibutuhkan ketelatenan dan ketekunan, tapi kalau lihat hasilnya rasanya puas dan senang. Apalagi kalau hasil karya itu disukai banyak orang. Tentunya makin membanggakan. Nah itulah yang kurasakan. Walaupun aku baru di dunia amigurumi ini, tapi hasil karyaku disukai teman-temanku. Bahkan banyak yang minta dibuatkan boneka rajut dengan berbagai karakter. Dan waktu-waktu senggangku kini aku isi dengan mengerjakan orderan amigurumi. Alhamdulillah mereka puas dengan karyaku. Dan lumayan bisa nambah-nambah modal buat beli benang. Nggak nyangka, hobiku yang awalnya iseng saja, ternyata bisa menambah uang jajan.. Hehe
Sebenarnya aku ingin lebih serius di hobiku ini, dan membuka website khusus untuk memajang karya-karyaku. Tapi apa daya waktuku tak banyak. Takut nggak sempat ngurus. Jadi untuk sementara aku kenalkan hobi amigurumi ini lewat facebook dan blogku ini.
Gara-gara sering ngerjain pesanan, beberapa kali Lita dan Ariq membujukku berhenti kerja kantoran, katanya "Mama buka toko rajutan aja. Jadi nggak usah ke kantor, ngerjain rajutan aja di rumah, bikin amigurumi. Pasti banyak yang beli". Tapi kata ibuku "Ngerajut ki kan ra iso di nggo butuh". Maksudnya hasil jualan rajutan kan nggak bisa buat memenuhi kebutuhan hidup. Hehe..
Foto-foto di atas adalah foto amigurumi karyaku. Lucu-lucu ya.. Yang mau pesan boleh kok.. *halah malah promosi.. Hihihi..:P
Monday, March 19, 2012
Negeri 5 Menara: Novel vs Film
Sejak film Negeri 5 Menara ini tayang perdana, aku sudah penasaran ingin nonton. Tapi berhubung tak ada partner yang oke buat nonton, akhirnya tertunda-tunda. Inginnya sih nonton bareng suami, tapi suamiku tak berminat. Sepertinya dia berpendapat, film Indonesia kebanyakan tidak bermutu. Aku maklum, karena film-film Indonesia yang beredar saat ini memang kurang sedap ditonton, dibandingkan dengan film-film dari luar. Tapi film Negeri 5 Menara ini tidak seperti film-film Indonesia kebanyakan. Film yang diangkat dari sebuah novel ini, memang sarat makna dan pelajaran hidup. Aku sudah sangat tahu ceritanya, karena aku sudah membaca novelnya. Dan novel Negeri 5 Menara termasuk novel terbaik yang pernah aku baca. Sangat inspiratif, menggugah, dan menyentuh hati. Itulah yang membuatku penasaran dengan filmnya, aku berharap filmnya juga sebagus novelnya.
Akhirnya akhir pekan kemarin, aku berdua dengan Lita, putriku, memutuskan nonton film ini. Kebetulan sebelumnya Lita cerita padaku �Ma, temen-temenku di kelasku udah pada nonton Negeri 5 Menara, katanya bagus loh Ma.. Aku jadi penasaran�. Aha! Akhirnya aku dapat partner nonton juga. Inilah asyiknya punya anak perempuan yang punya hobi sama.. bisa seru-seruan bareng.. hihihi.. Saatnya kita nonton!
******
�Yaaaah�� gumamku menunjukkan kekecewaan. Baru 5 menit film berlangsung, aku sudah kecewa dengan film ini. Adegan awal Alif dan sahabatnya, Randai, cukup membuatku berkerut. Sebenarnya bukan adegannya sih, tapi pemainnya. Aku kecewa dengan pemeran Randai, kenapa tak seganteng bayanganku yah?. Emang sih, di novel tidak disebutkan kalau si Randai tuh ganteng, tapi setidaknya menurut bayanganku, seharusnya Randai lebih ganteng dari Alif. Okelah, jangan kecewa dulu. Lihat saja kelanjutannya.
Ada amak dan ayah. Aku kesemsem dengan akting David Khalik sebagai ayah Alif. Dia tampak begitu kebapakan dan sangat arif. Pas sekali dengan gambaran di novelnya. Apalagi saat adegan percakapan Alif dan ayah, setelah menjual kerbau, demi biaya Alif sekolah. Ada dialog yang membuatku berkesan, kira-kira seperti ini �Hidup itu harus dijalani dulu, baru kita bisa tahu mana yang terbaik bagi kita�. Sayangnya akting menawannya tidak diimbangi dengan akting Lulu Tobing sebagai amak. Menurutku akting Lulu Tobing di sini sangat biasa, �feel�nya kurang menggigit.
Memasuki adegan awal kegiatan belajar mengajar di Pondok Madani, aku cukup terpana saat Ustad Salman memasuki kelas. Ya ampun! Ternyata pemeran Ustad Salman tuh Donny Alamsyah. Haduuh.. kalau ustadnya macho plus keren gini, aku rela banget jadi santrinya.. hihihi.. * salah fokus*. Selain pemeran Ustad Salman, ada lagi yang membuatku salah tingkah sendiri, yaitu pemeran Kak Fahmi, Andhika Pratama. Tak tahu kenapa, rasanya di film ini Andhika Pratama tampak lebih ganteng dari biasanya. Kalau ada santri senior seganteng ini, aku mau banget jadi santri juniornya.. halah.. lagi-lagi salah fokus.. :D.
Pemeran Ustad Salman dan Kak Fahmi memang cukup memukau, tapi sayang sekali pemeran Kyai Rais sangat jauh dari ekspektasiku. Aku membayangkan sosok Kyai Rais adalah sosok yang sangat berwibawa dan bersemangat, dengan pidato-pidatonya yang menggugah. Jadi miriplah dengan wibawanya Dumbledore di film Harry Potter. Tapi ternyata di film ini acting Ikang Fawzi sebagai Kyai Rais terkesan dipaksakan. Dan bagiku jauh dari kesan berwibawa dan disegani.
Nah untuk pemeran para Sahibul Menara, menurutku sudah sangat pas, dan sesuai dengan gambaran karakternya di novel. Baso dari Gowa, Atang dari Bandung, Said dari Surabaya, Raja dari Medan, Dulmajid dari Madura, dan Alif dari Padang. Terutama karakter Baso, aku suka sekali. Sosok remaja yang bersemangat, cerdas, menginspirasi, dan punya tujuan mulia. Dan sosok Baso ini, diperankan dengan sangat apik oleh Billy Sandy. Siapa dia? Aku juga baru dengar namanya.. hehe.
Dari segi pemainnya memang ada beberapa yang tidak sesuai dengan bayanganku, tapi dari segi alur cerita, aku juga kecewa. Karena tidak semua bagian cerita di novelnya di tampilkan di film ini, jadi kesannya antar adegan seperti lompat-lompat, layaknya cuplikan saja. Tapi aku cukup memaklumi, karena tentunya tidak mungkin menampilkan semua adegan di novel ke dalam film yang hanya berdurasi kurang dari 2 jam itu. Sayangnya ada beberapa bagian di novel yang menurutku menarik untuk divisualkan, justru malah tak ditampilkan di filmnya.
Namun, terlepas dari itu semua, film ini memang layak untuk ditonton. Apalagi pemandangan yang ditampilkan sangat indah. Membuat kita sadar bahwa alam Indonesia memang mempesona. Juga gambaran persahabatan remaja-remaja dari berbagai daerah di pelosok tanah air yang hidup dalam satu asrama, digambarkan dengan indah pula. Itulah Indonesia :).
*****
Dalam perjalanan pulang, aku merasa masih ada rasa kurang �klik� dengan filmnya. Karena menurutku novelnya jauh lebih bagus. Semangat �Man jadda wajada�, terasa lebih hidup di novelnya. Tiba-tiba Lita meraih tanganku sambil berkata dengan wajah sumringah �Ma, filmnya bagus banget ya? Aku udah nyangka loh, pasti yang nonton banyak.. Tuh kan bener.. soalnya filmnya bagus sih.. Man jadda wajada!�. Alhamdulillah, ada rasa lega di hatiku saat mendengar kata-kata putriku itu. Ternyata pesan yang terkandung di film Negeri 5 Menara ini, sampai juga di hati dan pikirannya, walaupun dia tentu saja belum pernah membaca novelnya. Aaah, senangnya bisa memberikan hiburan yang mendidik untuk putriku :).
![]() |
| gambar dari sini |
******
�Yaaaah�� gumamku menunjukkan kekecewaan. Baru 5 menit film berlangsung, aku sudah kecewa dengan film ini. Adegan awal Alif dan sahabatnya, Randai, cukup membuatku berkerut. Sebenarnya bukan adegannya sih, tapi pemainnya. Aku kecewa dengan pemeran Randai, kenapa tak seganteng bayanganku yah?. Emang sih, di novel tidak disebutkan kalau si Randai tuh ganteng, tapi setidaknya menurut bayanganku, seharusnya Randai lebih ganteng dari Alif. Okelah, jangan kecewa dulu. Lihat saja kelanjutannya.
Ada amak dan ayah. Aku kesemsem dengan akting David Khalik sebagai ayah Alif. Dia tampak begitu kebapakan dan sangat arif. Pas sekali dengan gambaran di novelnya. Apalagi saat adegan percakapan Alif dan ayah, setelah menjual kerbau, demi biaya Alif sekolah. Ada dialog yang membuatku berkesan, kira-kira seperti ini �Hidup itu harus dijalani dulu, baru kita bisa tahu mana yang terbaik bagi kita�. Sayangnya akting menawannya tidak diimbangi dengan akting Lulu Tobing sebagai amak. Menurutku akting Lulu Tobing di sini sangat biasa, �feel�nya kurang menggigit.
Memasuki adegan awal kegiatan belajar mengajar di Pondok Madani, aku cukup terpana saat Ustad Salman memasuki kelas. Ya ampun! Ternyata pemeran Ustad Salman tuh Donny Alamsyah. Haduuh.. kalau ustadnya macho plus keren gini, aku rela banget jadi santrinya.. hihihi.. * salah fokus*. Selain pemeran Ustad Salman, ada lagi yang membuatku salah tingkah sendiri, yaitu pemeran Kak Fahmi, Andhika Pratama. Tak tahu kenapa, rasanya di film ini Andhika Pratama tampak lebih ganteng dari biasanya. Kalau ada santri senior seganteng ini, aku mau banget jadi santri juniornya.. halah.. lagi-lagi salah fokus.. :D.
![]() |
| gambar Ustad Salman dari sini |
| gambar Kak Fahmi dari sini |
Nah untuk pemeran para Sahibul Menara, menurutku sudah sangat pas, dan sesuai dengan gambaran karakternya di novel. Baso dari Gowa, Atang dari Bandung, Said dari Surabaya, Raja dari Medan, Dulmajid dari Madura, dan Alif dari Padang. Terutama karakter Baso, aku suka sekali. Sosok remaja yang bersemangat, cerdas, menginspirasi, dan punya tujuan mulia. Dan sosok Baso ini, diperankan dengan sangat apik oleh Billy Sandy. Siapa dia? Aku juga baru dengar namanya.. hehe.
Dari segi pemainnya memang ada beberapa yang tidak sesuai dengan bayanganku, tapi dari segi alur cerita, aku juga kecewa. Karena tidak semua bagian cerita di novelnya di tampilkan di film ini, jadi kesannya antar adegan seperti lompat-lompat, layaknya cuplikan saja. Tapi aku cukup memaklumi, karena tentunya tidak mungkin menampilkan semua adegan di novel ke dalam film yang hanya berdurasi kurang dari 2 jam itu. Sayangnya ada beberapa bagian di novel yang menurutku menarik untuk divisualkan, justru malah tak ditampilkan di filmnya.
Namun, terlepas dari itu semua, film ini memang layak untuk ditonton. Apalagi pemandangan yang ditampilkan sangat indah. Membuat kita sadar bahwa alam Indonesia memang mempesona. Juga gambaran persahabatan remaja-remaja dari berbagai daerah di pelosok tanah air yang hidup dalam satu asrama, digambarkan dengan indah pula. Itulah Indonesia :).
*****
Dalam perjalanan pulang, aku merasa masih ada rasa kurang �klik� dengan filmnya. Karena menurutku novelnya jauh lebih bagus. Semangat �Man jadda wajada�, terasa lebih hidup di novelnya. Tiba-tiba Lita meraih tanganku sambil berkata dengan wajah sumringah �Ma, filmnya bagus banget ya? Aku udah nyangka loh, pasti yang nonton banyak.. Tuh kan bener.. soalnya filmnya bagus sih.. Man jadda wajada!�. Alhamdulillah, ada rasa lega di hatiku saat mendengar kata-kata putriku itu. Ternyata pesan yang terkandung di film Negeri 5 Menara ini, sampai juga di hati dan pikirannya, walaupun dia tentu saja belum pernah membaca novelnya. Aaah, senangnya bisa memberikan hiburan yang mendidik untuk putriku :).
Thursday, February 23, 2012
Daster Lover
Halo temans..
Ada yang pernah nonton drama Jepang yang judulnya Hotaru No Hikari belum ya? Drama Jepang ini adalah salah satu favoritku. Mungkin karena karakter tokoh utamanya agak-agak mirip aku kali ya.. hehe. Amemiya Hotaru, si tokoh utama dalam drama ini, digambarkan sebagai wanita muda yang selalu tampil rapi dan modis ketika sedang bekerja atau di luar rumah, tetapi saat berada di rumah penampilannya sangat berbeda 180 derajat. Ketika di rumah dia sangat cuek dan berantakan. Kostum favoritnya adalah kaos oblong belel plus celana training kolor yang sudah bolong-bolong, dan rambutnya tidak disisir, hanya dikucir dengan karet gelang.
Nah, aku juga seperti itu. Bedanya kalau aku bukan memakai celana kolor, tapi memakai daster belel dan kadang-kadang memakai sarung. Ya sarung! Bahkan dulu ada teman kantorku yang shock saat berkunjung ke rumahku. Kebetulan waktu itu aku sedang mengenakan sarung. Dan dia kaget �Hah! Lo pake sarung! Busyet dah! Njijiki banget!�. Ya ampun, segitu kagetnya dia sampai komentar seperti itu. Padahal menurutku tak ada yang salah dengan sarung, yang penting kan menutup aurat. Mungkin dia ga nyangka aku yang manis dan modis ini (maaf ya lagi narsis, semoga pembaca tak ada yang protes :D), ternyata kalau di rumah penampilannya parah banget.. hihi..
Lain lagi dengan daster. Teman-teman terutama para emak-emak, pasti sepakat dong kalau daster itu pakaian paling nyaman sedunia, dan ini merupakan kostum favoritku. Aku mempunyai daster yang sering sekali kupakai. Dari sejak awal nikah, hamil anak pertama, melahirkan anak pertama, hamil anak kedua, hingga melahirkan anak kedua, aku memakai daster yang sama. Bisa dibayangkan betapa belelnya daster itu, selama bertahun-tahun kupakai terus-terusan. Dan parahnya, aku masih saja menganggap daster itu layak pakai walaupun ada beberapa bagian yang sobek dan bolong. Bahkan aku merasa semakin belel sebuah daster, semakin nyaman pula dipakai.
Tapi itu dulu. Sekarang tingkat ketergantunganku terhadap daster dan sarung sudah berkurang sejak aku mendengar obrolan salah satu teman kantorku. Dia bilang �Aku ga pernah pakai daster di rumah, soalnya suamiku ga suka. Dia lebih suka aku pakai kaos-kaos yang ngepas badan gitu. Katanya lebih enak dilihat daripada aku pakai daster�. Saat itu aku berpikir, ternyata laki-laki memang suka yang seperti itu ya. Tapi masuk akal juga sih, dibandingkan daster kedodoran yang sudah bolong-bolong, pastinya lebih enak dilihat kalau kita memakai pakaian yang pantas dan memperlihatkan keindahan tubuh. Walaupun suamiku tak pernah protes apapun penampilanku, tapi tak ada salahnya aku berpenampilan lebih layak di rumah.
Seperti kata-kata Bunda Sitaresmi saat kajian keputrian di kantorku beberapa minggu yang lalu, bahwa suami dan anak-anak kita lebih berhak melihat kita tampil cantik daripada orang-orang di luar sana. Jadi kalau kita bisa berpenampilan rapi, modis dan cantik di luar, kenapa kita tidak bisa berpenampilan cantik di rumah. Suami berhak melihat istrinya cantik di rumah, anak-anak berhak melihat ibunya segar dan ceria. Cantik bukan berarti harus memakai make up tebal, atau memakai pakaian yang seksi, tapi yang penting enak dilihat dan kita sendiri nyaman. Dan memakai daster kedodoran yang bolong-bolong, rambut berantakan plus jepitan rambut yang mirip jepitan jemuran, ditambah tempelan koyo� di kening dan bau minyak angin, aku rasa itu bukan penampilan yang cantik, walaupun kita nyaman.. hehe.
Jadi sekarang koleksi daster belelku sudah banyak yang kupensiunkan. Dan kuganti dengan daster juga (tak bisa lepas dari daster), tapi dengan potongan lebih pas di badan dan model yang manis. Kadang-kadang aku memakai kaos ngepas badan dengan bawahan senada sebatas lutut. Rambutpun ditata rapi, dan sesekali digerai.. aiih girly sekali.. hihi.. Dan saat aku bercermin.. hey.. I feel so sexy.. ^_^
Ada yang pernah nonton drama Jepang yang judulnya Hotaru No Hikari belum ya? Drama Jepang ini adalah salah satu favoritku. Mungkin karena karakter tokoh utamanya agak-agak mirip aku kali ya.. hehe. Amemiya Hotaru, si tokoh utama dalam drama ini, digambarkan sebagai wanita muda yang selalu tampil rapi dan modis ketika sedang bekerja atau di luar rumah, tetapi saat berada di rumah penampilannya sangat berbeda 180 derajat. Ketika di rumah dia sangat cuek dan berantakan. Kostum favoritnya adalah kaos oblong belel plus celana training kolor yang sudah bolong-bolong, dan rambutnya tidak disisir, hanya dikucir dengan karet gelang.
![]() |
| Hotaru di kantor dan Hotaru di rumah |
Nah, aku juga seperti itu. Bedanya kalau aku bukan memakai celana kolor, tapi memakai daster belel dan kadang-kadang memakai sarung. Ya sarung! Bahkan dulu ada teman kantorku yang shock saat berkunjung ke rumahku. Kebetulan waktu itu aku sedang mengenakan sarung. Dan dia kaget �Hah! Lo pake sarung! Busyet dah! Njijiki banget!�. Ya ampun, segitu kagetnya dia sampai komentar seperti itu. Padahal menurutku tak ada yang salah dengan sarung, yang penting kan menutup aurat. Mungkin dia ga nyangka aku yang manis dan modis ini (maaf ya lagi narsis, semoga pembaca tak ada yang protes :D), ternyata kalau di rumah penampilannya parah banget.. hihi..
Lain lagi dengan daster. Teman-teman terutama para emak-emak, pasti sepakat dong kalau daster itu pakaian paling nyaman sedunia, dan ini merupakan kostum favoritku. Aku mempunyai daster yang sering sekali kupakai. Dari sejak awal nikah, hamil anak pertama, melahirkan anak pertama, hamil anak kedua, hingga melahirkan anak kedua, aku memakai daster yang sama. Bisa dibayangkan betapa belelnya daster itu, selama bertahun-tahun kupakai terus-terusan. Dan parahnya, aku masih saja menganggap daster itu layak pakai walaupun ada beberapa bagian yang sobek dan bolong. Bahkan aku merasa semakin belel sebuah daster, semakin nyaman pula dipakai.
Tapi itu dulu. Sekarang tingkat ketergantunganku terhadap daster dan sarung sudah berkurang sejak aku mendengar obrolan salah satu teman kantorku. Dia bilang �Aku ga pernah pakai daster di rumah, soalnya suamiku ga suka. Dia lebih suka aku pakai kaos-kaos yang ngepas badan gitu. Katanya lebih enak dilihat daripada aku pakai daster�. Saat itu aku berpikir, ternyata laki-laki memang suka yang seperti itu ya. Tapi masuk akal juga sih, dibandingkan daster kedodoran yang sudah bolong-bolong, pastinya lebih enak dilihat kalau kita memakai pakaian yang pantas dan memperlihatkan keindahan tubuh. Walaupun suamiku tak pernah protes apapun penampilanku, tapi tak ada salahnya aku berpenampilan lebih layak di rumah.
Seperti kata-kata Bunda Sitaresmi saat kajian keputrian di kantorku beberapa minggu yang lalu, bahwa suami dan anak-anak kita lebih berhak melihat kita tampil cantik daripada orang-orang di luar sana. Jadi kalau kita bisa berpenampilan rapi, modis dan cantik di luar, kenapa kita tidak bisa berpenampilan cantik di rumah. Suami berhak melihat istrinya cantik di rumah, anak-anak berhak melihat ibunya segar dan ceria. Cantik bukan berarti harus memakai make up tebal, atau memakai pakaian yang seksi, tapi yang penting enak dilihat dan kita sendiri nyaman. Dan memakai daster kedodoran yang bolong-bolong, rambut berantakan plus jepitan rambut yang mirip jepitan jemuran, ditambah tempelan koyo� di kening dan bau minyak angin, aku rasa itu bukan penampilan yang cantik, walaupun kita nyaman.. hehe.
Jadi sekarang koleksi daster belelku sudah banyak yang kupensiunkan. Dan kuganti dengan daster juga (tak bisa lepas dari daster), tapi dengan potongan lebih pas di badan dan model yang manis. Kadang-kadang aku memakai kaos ngepas badan dengan bawahan senada sebatas lutut. Rambutpun ditata rapi, dan sesekali digerai.. aiih girly sekali.. hihi.. Dan saat aku bercermin.. hey.. I feel so sexy.. ^_^
Sunday, February 19, 2012
Dear Friends
Hai.. dear diary �n my lovely friends.. Apa kabar?
Semoga hari ini semua cerah ceria, walaupun cuaca agak-agak mendung. Sebenarnya hari ini aku kurang begitu semangat menghadapi hari. Biasa.. �Monday Syndrom�.. hehe.. Tapi bagaimana lagi, aku harus bertanggung jawab pada negara yang telah menghidupiku dan memberiku nafkah. Dan juga demi anak-anakku yang membutuhkan nafkah dariku. Haduh.. kok malah jadi lebay gini. Intinya adalah aku berusaha membuat hari ini lebih semangat. Salah satunya dengan membuka blogku lagi, setelah berhari-hari tak kukunjungi. Mumpung jam kantor belum mulai, tak ada salahnya aku menyapa teman-teman sekalian. Sebenarnya tak ada hal istimewa yang bisa aku ceritakan hari ini. Walaupun sudah ada beberapa ide di kepalaku, tapi rasanya belum klik untuk menulis. Jadi hari ini aku mau sharing yang ringan-ringan saja.
Hari minggu kemarin tiba-tiba aku ingin beres-beres rumah. Eh.. bukan rumah deng.. cuma sudut ruangan yang berisi pernak-pernikku saja. Ternyata berantakan sekali meja riasku. Lipstik, cream, bedak, lotion, parfum, softlens, gelang, kalung, peniti, dan bros, semua tercampur baur tak jelas letaknya, hingga aku sendiri bingung harus mulai merapikan dari mana. Akhirnya ku mulai dengan mengumpulkan bros-bros yang berserakan. Aku sempat terkejut, ternyata koleksi brosku banyak sekali. Bahkan banyak pula bros yang belum ku pakai. Aku memang suka sekali membeli bros. Hampir setiap jalan-jalan ke mall, ITC, atau bahkan ke pasar, aku selalu mampir ke penjual bros. Pantas saja brosku bisa sebanyak itu.
Tapi dari semua koleksi brosku itu, aku paling suka bros yang terbuat dari manik-manik. Manik-manik yang dirangkai tersebut, tampak begitu indah di mataku. Dan tentunya sangat artistic. Lihat saja hasil jepretanku di bawah ini. Mereka sungguh fotogenik yah.. hihi..
Sudah lama aku ingin mempelajari seni merangkai manik-manik seperti ini. Tapi lagi-lagi masalah waktu yang susah, jadinya aku belum bisa menyempatkan diri mempelajarinya. Padahal merangkai manik-manik ini menurutku sangat menarik. Selain membuat hati senang, manik-manik inipun bisa menghasilkan uang. Siapa tahu setelah aku jago nanti, aku bisa memproduksi dalam jumlah banyak, dan menjualnya. Rasanya menyenangkan kalau bisa mendapatkan income dari sesuatu yang kita sukai. Lumayanlah sebagai kegiatan dan tambahan penghasilan setelah aku resign nanti. Walaupun mungkin hasilnya tak sebanyak penghasilanku saat jadi karyawan, tapi kepuasan hati tak bisa dibeli.
Ah.. kok malah jadi ngayal gini. Tapi siapa tahu bisa jadi kenyataan yah.. hehe. Dan sekarang saatnya kembali ke alam nyata. Masih banyak pekerjaan yang harus kubereskan hari ini. Oke friends.. selamat bekerja.. selamat berkarya.. nikmati apapun peranmu hari ini.. dan jalani dengan sepenuh hati.. ;).
Semoga hari ini semua cerah ceria, walaupun cuaca agak-agak mendung. Sebenarnya hari ini aku kurang begitu semangat menghadapi hari. Biasa.. �Monday Syndrom�.. hehe.. Tapi bagaimana lagi, aku harus bertanggung jawab pada negara yang telah menghidupiku dan memberiku nafkah. Dan juga demi anak-anakku yang membutuhkan nafkah dariku. Haduh.. kok malah jadi lebay gini. Intinya adalah aku berusaha membuat hari ini lebih semangat. Salah satunya dengan membuka blogku lagi, setelah berhari-hari tak kukunjungi. Mumpung jam kantor belum mulai, tak ada salahnya aku menyapa teman-teman sekalian. Sebenarnya tak ada hal istimewa yang bisa aku ceritakan hari ini. Walaupun sudah ada beberapa ide di kepalaku, tapi rasanya belum klik untuk menulis. Jadi hari ini aku mau sharing yang ringan-ringan saja.
Hari minggu kemarin tiba-tiba aku ingin beres-beres rumah. Eh.. bukan rumah deng.. cuma sudut ruangan yang berisi pernak-pernikku saja. Ternyata berantakan sekali meja riasku. Lipstik, cream, bedak, lotion, parfum, softlens, gelang, kalung, peniti, dan bros, semua tercampur baur tak jelas letaknya, hingga aku sendiri bingung harus mulai merapikan dari mana. Akhirnya ku mulai dengan mengumpulkan bros-bros yang berserakan. Aku sempat terkejut, ternyata koleksi brosku banyak sekali. Bahkan banyak pula bros yang belum ku pakai. Aku memang suka sekali membeli bros. Hampir setiap jalan-jalan ke mall, ITC, atau bahkan ke pasar, aku selalu mampir ke penjual bros. Pantas saja brosku bisa sebanyak itu.
Tapi dari semua koleksi brosku itu, aku paling suka bros yang terbuat dari manik-manik. Manik-manik yang dirangkai tersebut, tampak begitu indah di mataku. Dan tentunya sangat artistic. Lihat saja hasil jepretanku di bawah ini. Mereka sungguh fotogenik yah.. hihi..
Sudah lama aku ingin mempelajari seni merangkai manik-manik seperti ini. Tapi lagi-lagi masalah waktu yang susah, jadinya aku belum bisa menyempatkan diri mempelajarinya. Padahal merangkai manik-manik ini menurutku sangat menarik. Selain membuat hati senang, manik-manik inipun bisa menghasilkan uang. Siapa tahu setelah aku jago nanti, aku bisa memproduksi dalam jumlah banyak, dan menjualnya. Rasanya menyenangkan kalau bisa mendapatkan income dari sesuatu yang kita sukai. Lumayanlah sebagai kegiatan dan tambahan penghasilan setelah aku resign nanti. Walaupun mungkin hasilnya tak sebanyak penghasilanku saat jadi karyawan, tapi kepuasan hati tak bisa dibeli.
Ah.. kok malah jadi ngayal gini. Tapi siapa tahu bisa jadi kenyataan yah.. hehe. Dan sekarang saatnya kembali ke alam nyata. Masih banyak pekerjaan yang harus kubereskan hari ini. Oke friends.. selamat bekerja.. selamat berkarya.. nikmati apapun peranmu hari ini.. dan jalani dengan sepenuh hati.. ;).
Friday, January 13, 2012
Baju Baru Buat Blogku
Tadaaa! This is it.. tampilan baru blogku! Not bad kan? Inilah hasil rekayasa genetika beberapa unsur alam alias modifikasi asal-asalan yang kulakukan seharian kemarin. Sepertinya lumayan manis ya.. hehe. Maaf ya bagi teman-teman yang merasa kecewa dengan tampilan baru blogku ini. Walaupun template lama blogku memang bagus, tapi aku ingin menampilkan sesuatu yang beda.
Seperti sebuah baju, sebagus apapun tetap saja bosan kalau dipakai terus-terusan. Nah jadi intinya aku sedikit bosan dengan baju blogku yang lama. Makanya aku buat baju baru yang sangat berbeda dengan yang lama. Baju yang lama tetap kusimpan baik-baik kok, siapa tahu aku kangen pengen pakai lagi.
Kenapa kupilih warna hijau? Sebenarnya aku ingin memakai warna kesukaanku, seperti warna merah, orange, atau ungu. Tapi kok kelihatannya genit ya, padahal aku kan ga genit-genit amat. Akhirnya kupilihlah warna hijau, biar terkesan kalem dan lembut, serta tak membuat para pemirsa sakit mata. Ditambah dengan ornament rumput dan bunga-bunga pada headernya, untuk menampilkan kesan manis dan ceria. Pas sekali dengan diriku yang kalem, lembut, manis dan selalu ceria *narsis tingkat langit ke-7* (harap pemirsa jangan protes.. hehe).
Oh iya, kutampilkan juga foto-fotoku di headernya. Itu sebagai tanda atau ciri khas bahwa header itu hasil karyaku. Dua-duanya adalah foto favoritku. Yang sebelah kiri adalah foto jalan-jalanku, sebagai tanda bahwa aku ini orang yang suka jalan-jalan atau traveling. Dan yang sebelah kanan adalah fotoku dengan pose yang sedikit misterius. Maksudnya biar tak kelihatan terlalu narsis, jadi aku pakai foto yang posenya miring dan kubuat agak remang-remang. Di foto itu aku memegang kamera loh (walau tak kelihatan), itu artinya aku suka memotret juga.
Templateku yang lama memakai sekat-sekat, jadi tiap postingan dan kolom ada sekatnya. Nah kali ini aku tak memakai sekat. Ini terinspirasi dari kata para pakar design rumah yang mengatakan bahwa untuk rumah yang mungil lebih baik dibuat tanpa sekat antar ruang, agar terkesan luas. Nah itu kuterapkan di blogku ini, jadi kupilih tanpa sekat biar terlihat lapang dan lebih menyatu antar unsurnya. Di bodynya juga tak banyak pernak pernik agar blogku terlihat simple, elegan, dan dewasa, sesuai dengan umurku yang tak lagi remaja :D.
Oh iya, hampir lupa.. Makasih banget buat teman sekantorku, Udin, yang sudah menyediakan waktunya mengajariku sedikit bahasa HTML dan memberiku software Photoscape. I really like it :).
Ok, sekian para pemirsa sekalian pengenalan tampilan baru blogku. Semoga teman-teman merasa nyaman, dan maaf kalau masih ada beberapa bagian yang belum rapi.
Happy blogging ^_^
Seperti sebuah baju, sebagus apapun tetap saja bosan kalau dipakai terus-terusan. Nah jadi intinya aku sedikit bosan dengan baju blogku yang lama. Makanya aku buat baju baru yang sangat berbeda dengan yang lama. Baju yang lama tetap kusimpan baik-baik kok, siapa tahu aku kangen pengen pakai lagi.
Kenapa kupilih warna hijau? Sebenarnya aku ingin memakai warna kesukaanku, seperti warna merah, orange, atau ungu. Tapi kok kelihatannya genit ya, padahal aku kan ga genit-genit amat. Akhirnya kupilihlah warna hijau, biar terkesan kalem dan lembut, serta tak membuat para pemirsa sakit mata. Ditambah dengan ornament rumput dan bunga-bunga pada headernya, untuk menampilkan kesan manis dan ceria. Pas sekali dengan diriku yang kalem, lembut, manis dan selalu ceria *narsis tingkat langit ke-7* (harap pemirsa jangan protes.. hehe).
Oh iya, kutampilkan juga foto-fotoku di headernya. Itu sebagai tanda atau ciri khas bahwa header itu hasil karyaku. Dua-duanya adalah foto favoritku. Yang sebelah kiri adalah foto jalan-jalanku, sebagai tanda bahwa aku ini orang yang suka jalan-jalan atau traveling. Dan yang sebelah kanan adalah fotoku dengan pose yang sedikit misterius. Maksudnya biar tak kelihatan terlalu narsis, jadi aku pakai foto yang posenya miring dan kubuat agak remang-remang. Di foto itu aku memegang kamera loh (walau tak kelihatan), itu artinya aku suka memotret juga.
Templateku yang lama memakai sekat-sekat, jadi tiap postingan dan kolom ada sekatnya. Nah kali ini aku tak memakai sekat. Ini terinspirasi dari kata para pakar design rumah yang mengatakan bahwa untuk rumah yang mungil lebih baik dibuat tanpa sekat antar ruang, agar terkesan luas. Nah itu kuterapkan di blogku ini, jadi kupilih tanpa sekat biar terlihat lapang dan lebih menyatu antar unsurnya. Di bodynya juga tak banyak pernak pernik agar blogku terlihat simple, elegan, dan dewasa, sesuai dengan umurku yang tak lagi remaja :D.
Oh iya, hampir lupa.. Makasih banget buat teman sekantorku, Udin, yang sudah menyediakan waktunya mengajariku sedikit bahasa HTML dan memberiku software Photoscape. I really like it :).
Ok, sekian para pemirsa sekalian pengenalan tampilan baru blogku. Semoga teman-teman merasa nyaman, dan maaf kalau masih ada beberapa bagian yang belum rapi.
Happy blogging ^_^
Sunday, November 20, 2011
Jepang vs Korea
Ah leganya masa ujian telah usai. Kini saatnya sedikit melepaskan ketegangan otot-otot otakku. Biasanya merencanakan traveling alias jalan-jalan adalah cara yang paling manjur. Tapi berhubung kondisi finansial maupun non finansial tidak memungkinkan untuk traveling, maka kuputuskan untuk menghibur diri di sini saja, sambil mengerjakan tumpukan �PR�. Dan inilah �PR� ku yang lama tertunda.. 10 judul DVD serial drama Jepang, 2 judul DVD movie Jepang dan 3 judul DVD serial drama Korea. Banyak sekali ya, dan semuanya menunggu untuk ditonton.. hehe..
Aku memang menyukai drama Jepang dan Korea. Tapi kalau dihitung-hitung koleksi DVD drama Jepang yang kupunya lebih banyak dibanding DVD drama Korea. Itu karena ada beberapa hal yang membuatku merasa lebih cocok dengan drama Jepang dibanding drama Korea.
Pertama, karena serial drama Jepang mempunyai durasi lebih singkat yaitu sekitar 10-11 episode saja. Ini cocok sekali denganku yang punya banyak aktivitas, jadi tidak banyak menyita waktu. Sedangkan serial drama Korea durasinya panjang, sampai 24 episode. Dan tiap episodenya membuat penasaran, hingga penontonnya tak bisa berhenti menonton sebelum ceritanya habis. Wuih bisa-bisa lupa sama kerjaan lain.. hehe..
Kedua, serial drama Jepang mempunyai tema cerita lebih luas, tidak hanya soal percintaan saja. Walaupun sebutannya drama, tapi gender ceritanya bukan hanya drama, adapula action, misteri, komedi, family, bahkan fantasi, semua ada. Jepang memang kreatif dalam membuat tema cerita menjadi sebuah tontonan yang tidak membosankan. Sedangkan drama Korea, sebagian besar bertema percintaan, dan romantisnya parah. Kenapa kubilang parah? Karena buat seseorang yang jauh dari sifat romantis sepertiku ini, adegan percintaan ala Korea itu berlebihan, hanya membuat mupeng saja ..hihi.
Ketiga, aktor dan aktris drama Jepang itu lebih membumi, alias seperti orang kebanyakan, tidak terlalu ganteng dan tidak terlalu cantik, tapi berkarakter. Dan karena karakternya yang kuat itu, maka munculah kesan mempesona. Jadi singkatnya, ada inner beauty dalam diri pemainnya. Pokoknya �very me� deh.. hihihi. Nah, kalau drama Korea, sudah jelas pemainnya ganteng dan cantiknya keterlaluan. Coba deh lihat Park Min Young, berwajah cantik, kulit putih bersih, bodi langsing dan seksi, plus rambut lurus panjangnya, rasanya jadi pengen njambak-jambak rambutnya gara-gara iri.. hahaha..lebay deh. Apalagi style baju mereka yang catchy sekali, aku sempat shock waktu lihat Lee Min Ho pakai celana panjang ketat warna pink! Tapi dasarnya memang cakep jadi pakai apasaja tetap mempesona. Coba deh bayangkan kalau yang pakai celana panjang ketat warna pink itu Rafi Ahmad.. huwaa.. amit-amit deh.. hihihi.
Nah itulah beberapa hal yang membuatku lebih cocok menikmati drama Jepang, apalagi kalau aktornya Takuya Kimura :D.

Tapi menurutku ada juga kelebihan drama Korea dibanding drama Jepang, salah satunya adalah soundtracknya. Aku selalu menyukai OST dari drama Korea, lagu-lagunya selalu bagus dan pas dengan tiap adegan. Dan suara penyanyi Korea terdengar lebih merdu dan empuk di telingaku dibanding dengan suara penyanyi Jepang. Dan satu lagi, setting drama Korea selalu menyajikan pemandangan yang mengagumkan. Rumah-rumahnya pun indah dan tertata rapi, bahkan untuk rumah yang paling sederhana sekalipun.
Jadi kalian suka yang mana? Jepang atau Korea? Atau mungkin malah lebih suka sinetron Indonesia? Hehehe.. ^_^
Aku memang menyukai drama Jepang dan Korea. Tapi kalau dihitung-hitung koleksi DVD drama Jepang yang kupunya lebih banyak dibanding DVD drama Korea. Itu karena ada beberapa hal yang membuatku merasa lebih cocok dengan drama Jepang dibanding drama Korea.
Pertama, karena serial drama Jepang mempunyai durasi lebih singkat yaitu sekitar 10-11 episode saja. Ini cocok sekali denganku yang punya banyak aktivitas, jadi tidak banyak menyita waktu. Sedangkan serial drama Korea durasinya panjang, sampai 24 episode. Dan tiap episodenya membuat penasaran, hingga penontonnya tak bisa berhenti menonton sebelum ceritanya habis. Wuih bisa-bisa lupa sama kerjaan lain.. hehe..
Kedua, serial drama Jepang mempunyai tema cerita lebih luas, tidak hanya soal percintaan saja. Walaupun sebutannya drama, tapi gender ceritanya bukan hanya drama, adapula action, misteri, komedi, family, bahkan fantasi, semua ada. Jepang memang kreatif dalam membuat tema cerita menjadi sebuah tontonan yang tidak membosankan. Sedangkan drama Korea, sebagian besar bertema percintaan, dan romantisnya parah. Kenapa kubilang parah? Karena buat seseorang yang jauh dari sifat romantis sepertiku ini, adegan percintaan ala Korea itu berlebihan, hanya membuat mupeng saja ..hihi.
Ketiga, aktor dan aktris drama Jepang itu lebih membumi, alias seperti orang kebanyakan, tidak terlalu ganteng dan tidak terlalu cantik, tapi berkarakter. Dan karena karakternya yang kuat itu, maka munculah kesan mempesona. Jadi singkatnya, ada inner beauty dalam diri pemainnya. Pokoknya �very me� deh.. hihihi. Nah, kalau drama Korea, sudah jelas pemainnya ganteng dan cantiknya keterlaluan. Coba deh lihat Park Min Young, berwajah cantik, kulit putih bersih, bodi langsing dan seksi, plus rambut lurus panjangnya, rasanya jadi pengen njambak-jambak rambutnya gara-gara iri.. hahaha..lebay deh. Apalagi style baju mereka yang catchy sekali, aku sempat shock waktu lihat Lee Min Ho pakai celana panjang ketat warna pink! Tapi dasarnya memang cakep jadi pakai apasaja tetap mempesona. Coba deh bayangkan kalau yang pakai celana panjang ketat warna pink itu Rafi Ahmad.. huwaa.. amit-amit deh.. hihihi.
Nah itulah beberapa hal yang membuatku lebih cocok menikmati drama Jepang, apalagi kalau aktornya Takuya Kimura :D.
Tapi menurutku ada juga kelebihan drama Korea dibanding drama Jepang, salah satunya adalah soundtracknya. Aku selalu menyukai OST dari drama Korea, lagu-lagunya selalu bagus dan pas dengan tiap adegan. Dan suara penyanyi Korea terdengar lebih merdu dan empuk di telingaku dibanding dengan suara penyanyi Jepang. Dan satu lagi, setting drama Korea selalu menyajikan pemandangan yang mengagumkan. Rumah-rumahnya pun indah dan tertata rapi, bahkan untuk rumah yang paling sederhana sekalipun.
Jadi kalian suka yang mana? Jepang atau Korea? Atau mungkin malah lebih suka sinetron Indonesia? Hehehe.. ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)



.jpg)








