Showing posts with label Food. Show all posts
Showing posts with label Food. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

My First Koreanesian Food

mengapa disebut Koreanesian? Karena rasanya sangat Indonesia. Sok tahu ya saya cita rasa makanan Korea asli seperti apa, padahal juga belum pernah makan sebelumnya. Entah...naluri saya berkata makanan yang saya makan kemarin lusa itu rasanya sangat tidak Korea. Bukan berarti tidak enak, tapi jika tidak original kan menghilangkan setengan harapan..sigh..

Ceritanya hari Minggu sore yang lalu saya ingin membeli roti di toko roti ternama yang banyak ada di mall-mall itu. Ketika memarkir motor, bukan motor saya tapi motor teman, saya membaca spanduk promosi yang terpancang di pagar mall. Ada restoran Korea baru yang namanya Kimchi-GO. Menarik..namanya Korea sekali he he.

Lagsung saja saya dan teman saya meluncur ke dalam mall dan bertanya pada bagian informasi tentang lokasi restoran. Awalnya saya pikir restoran ini restoran besar di dalam mall ternyata setelah diarahkan oleh petugas informasi saya sampai di lantai paling atas mall, Royal Plaza, dan yang kami tuju ternyata lantai food court. Anda tidak akan kesulitan menemukan restoran ini karena bangunannya sangat mencolok dan sangat Korea, the one and only deh. Hilang sudah harapan menemukan restoran Korea autentik karena yang saya temui adalah restoran cepat saji.





Menu yang ditawarkan cukup menggoda walaupun pada akhirnya saya tertipu juga oleh gambar yang dipajang. Pada gambar semua makanan disajikan dalam mangkuk besar, dan yang saya terima disajikan di dus kotak kecil. Saya benar-benar tidak membaca cermat nama restoran yaitu "Kimchi-GO express" oalah...restoran cepat saji rupanya. 

Menu yang bisa dipilih beragam, mulai yang paket dan menu tersendiri. Saya memesan paket GO 3 yang isinya kimchi (dalam cawan plastik kecil), Nasi Bulgogi Ayam, dan Tok Bok Ki. Harga paket ini 25,000 termasuk minum. Murah meriah bukan?Rata-rata harga paketnya 25,000 dengan pilihan minum air mineral atau lemon tea.


Nasi Bulgogi Ayam


Nasi Bulgogi saya enak dengan banyak potongan ayam. Sekali lagi enak karena rasanya buat saya rasa  Indonesia. Tok Bok Ki berisi potongan tepung rasa ikan bersaus merah. Kimchi-nya berasa..ehm..saya tetap punya ekspektasi yang tinggi. Saya telah menemukan resep Kimchi, akan coba saya buat dan saya bandingkan rasanya dengan potongan kecil sawi yang saya makan hari Minggu lalu.


Kimchi "Mini"

Tok Bok Ki


Yang menarik restoran cepat saji (penyajiannya kurang lebih 10 menit) ini menjual minuman aloe vera Korea. Rasanya sedikit memusingkan, bukan karena beralkohol tapi karena manis dan wangi. Ha ha saya memang paling tidak bisa minum minuman yang terlalu manis dan beraroma. Harganya 10,000 rupiah. Botolnya unik. Saya suka. Minuman ini Korea banget :)
Yang jelas Original since 1991 :)


Nama minuman ini apa? Tidak tahu. Semua dalam bahasa Korea


Tuesday, December 25, 2012

Jogja Kembali (Lagi) - Part 5

Jika Anda berkunjung ke Keraton Jogja, jangan lupa untuk merasakan santapan a la raja. Saya berkesempatan mencicipi nikmatnya hidangan para raja di Bale Raos.

Bale Raos adalah restoran yang terbuka untuk umum di bagian belakang Keraton. Jika Anda ingin mampir tanpa mengunjungi Kraton juga bisa, lewat jalan kecil, namanya aduh..lupa... yang jelas jalannya di samping Kraton.

Saya berkunjung kurang lebih pukul 10, jadi restoran ini masih sepi. Saya mengambil meja di dekat AC karena cuaca di luar luar biasa panas. Meja makan ditata cantik dengan nuansa kuning-hijau dan batik. Pelayan datang mengisi gelas dengan air putih, complimentary, kapan ya diisi jus buah gratis he he he. Saya sempat membaca sekilas beberapa menu serta penjelasannya. Di buku menu lengkap dituliskan penjelasan tentang tiap-tiap hidangan dan siapa yang menyukai menu tersebut. Penyukanya tentu saja mulai Hamengkubuwono, Sultan Jogja ke 8 sampai leluhur dan keturunannya.



Soal harga, tidak perlu khawatir, sangat terjangkau. Semahal satu paket nasi Mc.D lah. Tapi suasananya pasti berbeda dong, lebih ayem dan adem di Bale Raos ini. Di dinding restoran terdapat testimoni pengunjung lengkap dengan nama dan tanda tangannya. Umumnya mereka adalah pesohor dan pejabat di negeri ini. Ada juga pengunjung asing di sini. Mantab!




Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, pesanan kami datang. Saya memesan Nasi Golong Set dan pacar memesan Nasi Traditional Set. Untuk minuman saya merekomendasikan pacar saya memesan Beer Djawa (non alkohol) dan saya memesan Jus Mangga (Mangga Juice bukan Mango Juice loh tulisannya :P )

Nasi Golong Set terdiri dari semangkuk sayur bening berisi bayam dan jagung muda dipipil. Di piring terdapat nasi 2 kepal kecil. Ada juga trancam isinya parutan kelapa bumbu yang diurap dengan cacahan kasar mentimun, kacang panjang, irisan tipis kol, tak daun kemangi yang rasa campurannya manis, sedikit pedas dan segar. Dua iris telur rebus dan Aayam bumbu merah. Saya kurang paham ini ayam bumbu bali atau ayanm bumbu bakar, yang jelas ayamnya empuk dan bukan ayam potong. Ayam kampung asli nikmat. Hidangan ini pas sekali dimakan saat makan siang atau cuaca terik  Enak..tapi saya sedikit menyesal karena menu saya menu "biasa" saja. Soal rasa sih enak sekali tapi isinya biasa saja. terlalu sederhana.





Menu pacar saya lebih "menarik" Menu nasi Traditional Set lebih terlihat seperti hidangan raja. Nasinya disajikan seperti kubah (tumpeng mini) dengan nas putih di bawah dan nasi merah di ujungnya. Nasionalis seklai kan? Dilengkapi dengan urap-urap, tampaknya sih daun singkong muda bercampur bumbu dan cabe merah dan hijau dilengkapi dengan kerupuk puli (istilah Jawa Tengahnya saya kurang paham, krupuk gender kalo tidak salah).  Untuk ulasan nasi dan urapnya saya hanya mengira-ngira karena saya tidak bisa mencicipi, ludes disantap pacar saya yang kelaparan. Ini baru hidangan nasi saja di piring karena masih ada nampan kedua berisi hidangan yang jauh lebih "ningrat" dibanding milik saya.



Di nampan kedua ada 2 piring kecil dan 1 mangkuk kecil. Di masing-masing piring ada tahu tempe bacem yang warnanya tidak terlalu coklat tetapi legit dan manis. Saya berkesempatan mencicipi hidangan ini karena saya minta dengan "paksa" pada pacar he he he. Piring kedua berisi ayam berbumbu seperti bumbu daging lapis dengan irisan tomat dan cabai merah segar. Dan mangkuk ketika diberikan pacar untuk saya. Ini mangkuk dengan hidangan terajaib yang pernah saya makan dan saya lihat. Sepintas mirip kolak, bukan sayur lodeh dan bukan juga kari. Kuahnya bersantan putih tapi di dalamnya ada bola daging. Jadi ini bakso versi Sultan. Kuahnya kuah santan guruh berbumbu enak. Bola dagingnya bertekstur bagus dan rasanya manis. Jogja banget ya..semua serba manis.


Untuk minumannya Beer Djawa luar biasa enaknya. Gabungan kayu secang, kayu manis, dan rempah lainnya menghasilkan minuman yang wujudnya persis seperti bir tetapi rasanya 1000x lebih enak daripada bir. Walaupun saya belum pernah minum bir saya jamin yang ini lebih enak, sehat, dan berkhasiat, Disajikan dingin nikmat sekali. Pacar sempaty meminta resepnya dan pelayan menjelaskan serta mencatatkan resepnya dengan senang hati, mungkin karena pacar bule jadi lebih mudah dapat fasilitas resep, he he. Sayang saya tidak mencatat ulang jadi saya tidak ingat lagi apa saja rempah-rempah yanbg digunakan dalam membuat Beer Djawa ini. Untuk minuman saya, jus mangga enak dan segar seperti jus mangga pada umumnya. Yang jelas lebih kental dan enak. Sepertinya enak memang menjadi kata kunci dalam tulisan tentang Bale Raos ini :)

Pencuci mulut dilanjut dengan menu Manuk Enom alias si Burung Muda. Ukurannya mini sekali, pantas harganya 7000 rupiah. Menyesal saya hanya memesan 1 porsi. Dibuat dari campuran tapai singkong dan agar-agar puding ini enak sekali. Saya bukan penggemar tapai singkong tetapi untuk Manuk Enom ada pengecualian pastinya. Lucunya untuk bagian sayap ditancapkan emping melinjo di masing-masing sisi. Pikir saya emping hanya hiasan, tetapi ketika saya gigit emping dan pudingnya...wah mak nyussss luar biasa kombinasi rasanya. Kok bisa ya? Pandai sekali koki pencipta puding ini.

Manuk Enom, si Burung Muda. Perut siapa tuh yang tambun? he he he

Intinya jangan lewatkan makan di Bale Raos. Very recommended. Tak sabar ingin ke Bale Raos lagi. Berapa uang yang saya habiskan untuk bersantap di sini? Cek nota yang saya tempelkan berikut ini, bukan bermaksud pamer tapi sekedar berbagi info :)

Nasi Traditional Set 40.000
Nasi golong 35.000
Beer Djawa 14.000
Jus Mangga 12.500
Manuk Enom 7.000

Pajak 10%
Pelayanan 4%

Total 125.000 puas jadi raja dan ratu sehari :)

Sunday, December 2, 2012

My First Vegetarian Food

Senang sebagian gaji sudah di tangan, kemarin saya dan kakak menyempatkan diri berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan ITC di kawasan Pasar Atum Surabaya. Setelah berjuang mendapatkan meja dan kursi kosong di food court ITC untuk makan siang tiba-tiba kami teringat untuk mencari rumah makan vegetarian di sana.

Setelah menyusuri satu per satu rumah makan, sampailah di rumah makan Harmoni (kalau tidak salah ingat namanya itu). Menunya? Wow hampir 20 menu seingat saya. Semua menunya adalah makanan "normal" seperti rujak cingur, sapi lada hitam, rawon, dan lainnya. Tapi..tentu saja non hewani alias semuanya sayuran. Karena bingung ingin makan apa maka saya memilih sup Tom Yum. Ini sup sea food favorit saya. Penasaran seperti apa "hasilnya" dalam versi non hewani he he.

Jika makan di tempat ini haruslah sabar menunggu, untuk 1 hidangan kurang lebih 20 menit baru siap tersaji di meja. Maka dengan sabar hati saya menunggu dan..inilah penampakan sup Tom Yum a la vegetarian.


Seporsi sup Tom Yum harganya 18.000. Mahal untuk ukuran sup tanpa ikan. Rasa kuahnya enak, segar, pedas walaupun tidak terlalu spicy dan berasa Tom Yum. Tapi cukup enak lah. Isi sup ini tahu (ya potongan tahu goreng setengah matang); terong dipotong dadu; jamur shitake yang berasa seperti pete; potongan bakso palsu sekitar 4 potong; potongan bakso ikan palsu yang berasa amis; dan potongan daging 3x3 cm yang bertekstur mirip daging.

Karena saya makan untuk menambah pengalaman makan dan karena saya juga sangat ingin mencoba aneka jenis makanan vegetarian maka saya tidak terlalu kecewa. Sambil makan saya amati daging, bakso ikan, dan bakso daging palsu itu rasanya sih tidak mirip dengan yang asli tapi teksturnya bagus 80% mendekati yang asli. Asyik lah pengalaman makan kemarin.

Makan masih dilanjutkan dengan menambah porsi kedua. Kakak saya memutuskan memesan ham gulung setelah bingung menentukan pilihan sapi lada hitam atau rawon akhirnya ham gulung pemenangnya. Normalnya ham berarti daging babi, tapi karena vegetarian pastinya ini ham-ham-an pikir saya. Seporsi ham ini harganya 20.000. Mahal lagi kan? Tapi rasanya? Wenak. Untuk orang yang tidak terlalu suka makan sayur olahan sayurnya sangat enak dan gurih. Saya takjub dari mana rasa gurih ini didapat. Sekali lagi waktu tunggu makanan kurang lebih 20 menit. Ini penampakan ham gulungnya.


Balutan tepungnya gurih dan enak. Sawi putih digulung bersama beberapa sayuran di dalamnya. Ada irisan wortel, seledri,  sawi hijau dan sayuran lain saya sudah lupa isinya. Rasanya enak sangat direkomendasikan. Hm...jadi ingin makan ham gulung lagi saya. masih penasaran saya bagaimana rasa gurih itu dibuat tanpa menggunakan kaldu, MSG dan lainnya yang hewani. 

Kesimpulan dari Depot Vegetarian Harmoni adalah :
1. Bawa duit cukup banyak
2. Pesan ham gulung lagi
3. Harus coba menu lainnya yang lebih ekstrim :)

Friday, November 16, 2012

Pak Imam

Hidupku jadi lebih asyik karena Pak Imam
Hariku jadi lebih cantik karena Pak Imam
Semangatku jadi lebih baik karena Pak Imam
Semua karena Pak Imam

Pak Imam kecil berkopiah haji bercorak warna-warna
Pak Imam besar berjanggut bertopi berwarna-warna

Pak Imam kecil berjalan, berkeliling, mendorong, dan memukul gerobak
Pak Imam besar menata, memasang, dan memarkir gerobak

Pak Imam kecil menjual pentol, bola kanji kukus rasa daging bersaus kacang. sambal, dan kecap
Pak Imam besar menjual es oyen, es serut campur santan, bubur mutiara, jelly, kelapa muda, dan alpukat

Pentol Pak Imam enak pedas membakar lidah
Es Pak Imam enak manis merendam lidah

Pak Imam kecil lewat di pagi menjelang siang
Pak Imam besar berdagang di siang menjelang sore

Hari-hariku indah karena Pak Imam


Sunday, October 7, 2012

Draniki



Two weeks ago I received a postcard from Belarus. What fascinated me was the food on the postcard. Gosh..it looks so yum. So i tried googling on Belorussian food and voila..I found the name of the food. It's the national food which is called Draniki. Learn more about Draniki from the original website by clicking here


__________

Sekitar 2 minggu yang lalu saya menerima kartu pos dari seorang kawan di Belarusia. Kartu posnya, bisa Anda lihat langsung di bawah ini, bagus ya? Mbaknya cantik dan itu tuh...gambar makanannya. Yummy. Setelah browse ketemu deh makanan ini adalah panekuk kentang yang disebut Draniki, makanan nasional Belarusia. Ayo kita belajar membuatnya. Resep dan gambar saya ambil dari 2 situs yaitu situs blog dan situs ini.

Draniki

Bahan-bahan:

  • 5 Kentang besar; dari blog mynativebelarus disebutkan bahwa kentangnya harus yang berwarna kuning. kesegaran dan wilayah asal kentang mempengaruhi rasa. semoga jika kentang Indonesia rasanya tidak menjadi rasa pecel ha ha ha
  • 1 telur;
  • 1 medium bawang bombay; di blog tidak menggunakan bawang dan menggunakan 2 telur saja
  • Merica hitam setengah sendok teh 
  • Garam secukupnya
  • Minyak bunga matahari 7-8 seondok makan, atau secukupnya untuk menggoreng.
Cara membuat:
  • Kentang dikupas dan dicuci bersih.
  • Kentang diparut dengan parutan keju, semakin kecil parutan semakin baik.
  • Pastikan air yang keluar dari parutan kentang ini Anda saring. Airnya dibuang, perlahan-lahan ya? Bagian yang tersisa yang seperti tepung Anda masuikkan kembali ke adonan parutan kentang. 
  • Tambahkan telur dan bumbu-bumbu.
  • Goreng adonan dalam minyak bunga matahari dengan membentuk adonan bulatan pipih.
  • Sajikan dengan sour krim.

Sumber gambar: http://www.belarusianfood.com/2009/05/draniki.html



Friday, October 5, 2012

House of Sampoerna Caf�

It was a hot day, as always, in Surabaya. I and my boyfriend decided that we wanted to wander around the city. I thought about House of Sampoerna, a perfect destination for tourists since it offers great museum, caf�, and free city tour. We took bemo from our place. As scheduled it needed 35 minutes to arrive at House of Sampoerna.


We stopped at Jalan Rajawali in the corner of BNI bank. The becaks were waiting for passengers there and it's not difficult for tourist to tell which direction to go, The becak drivers even know before we said where we want to. "Sampoerna?" asked the drivers, we noded our head and with IDR 5000 less than 5 minutes we arrived at the gate of HOS (House of Sampoerna). If you're with a partner just give the driver 10,000 for two persons in one becak. Or if you want to be more generous extra IDR 3000 is good for the driver to paddle his becak in the hot weather of Surabaya.

And..we missed the tour bus. The first tour bus depart at 10 a.m and the second one is at 1 pm and the third one is at 3 pm. We were just few 1 minute late and the city tour buss was already at the gate for leaving. We tried to get for the next city tour schedule but it was booked already. So then we decided to get some coffee at the caf�. My boyfriend was so happy, it was his goal to get coffee since the first day he arrived in Surabaya. He's craving for coffee.


On the dining table

The waiter
Stained glass window
It looks like a church / cathedral with the cross look a like
The flag reminds me of an old kingdom
The lamp is just wonderful



He was so happy at the caf�. In a hot weather day the caf� was our heaven. It was cool and the architecture is perfect. The building was an old building with a very high ceiling. I love the decoration and paintings on the wall. I didn't order anything for lunch but I ordered mango smoothies, it was super yum! My boyfriend ordered spaghetti bolognaise with cappuccino and coffee. We paid about IDR 112,000 for all. Fair price for a nice place. 


____________

PS: In our second visit we ordered Nasi Goreng Kambing -> Lamb Fried Rice. I don't recommend this menu for you who doesn't like spices. It is very spicy and hot. It was okay for me but I don' t really like it. I think fried rice from the Arabic neighborhood restaurant is much better. Anyway the fried rice is IDR 127,000. For the beverage, the juice is very recommended. I had pineapple juice and it was yummy. 

All the price mentioned is before tax


The spaghetti bolognaise, my bf said it 's perfecto



Cappuccino 
Palm sugar, cappuccino's mate


Mango smoothie is a perfect choice for the hot weather






Saturday, July 21, 2012

Arabic Culinary

This is the entrance of the Sunan Ampel mosque
When you're in Surabaya don't forget to stop by at the Arabic Neighborhood. Well if you're a fan of Islamic - Arabic area. It is located near Jembatan Merah Plaza with famous mosque called Masjid Sunan Ampel. Many pilgrims visit this place.

What fascinated me is of course the food. Arabic food. There was one simple, tiny place which fit for less than 25 people i think in Jalan K.H Mas Mansyur. The restaurant sells Arabic food, its name is "Yaman Kuliner" (Yemen Culinary). It's so easy to find this place. If you're at Jembatan Merah Plaza just go straight to the Chinese gate (Kya-Kya), ignored all the offers from becak drivers and follow your legs to walk along the old neighborhood. You'll find a narrow street next to the river and soon you'll smell stinky fishy smell it means you're near Pabean the fish market. Just go straight and you'll see many old houses build with Dutch and Chinese architecture. This street is called Jalan Panggung. About 200 meters you'll reach the end of this street and you'll find a junction - the big street is called Jalan Kyai Haji Mas Mansyur. Cross the street and find the restaurant near the junction on your left.

The restaurant is next to the other Arabic restaurant. Don't lose your way make sure that you enter the right restaurant with banner in front of the restaurant "Yaman Kuliner". The owner is not a friendly lady. But she's quite quiet so you won't lose your appetite. Sometimes she speaks loudly on he mobile phone like there's no one at her restaurant.

I recommend you to try Nasi Kebuli, Nasi Briyani, and Gule Maryam. Nasi = rice is cooked with some spices..i love the spices. If you're a fan of Indian food this won;t surprise you. The side pickles which is a mix of sliced cucumber, shallot, and pineapple is fresh and tasty.

This is Nasi Kebuli
The rice is cooked with special spices.
The lamb chops are huge, soft anf yummy. This food is highly recommended
The price is about IDR 24,000. There are two types of Nasi Kebuli you can choose with lamb or chicken


This is Nasi Briyani
My sister had this dish
It's nice since she doesn't like lamb she chose chicken
As you can see the chicken chop was also "fine"
The price is for about IDR 22,000

The famous Arabic food is of course lamb, but i assure you that the lamb here is moist, well-cooked, and not smelly. They know very well how to cook the lamb so it won't leave goat breath on your mouth :D

Kambing Oven Jumbo Madu
I also tried this huge Honey Baked Lamb (Kambing Oven Madu). It's huge (Jumbo size) enaugh for 3 people. But i was a little bit upset because i thought I could taste honey, sweet and tasty but i think the lamb is just okay. The lamb is served with the sauce, it looks like  sate sauce but without peanuts. It's quite expensive. It is IDR 59,000 for this huge lamb ( I think what I ate was the lamb's thigh part).
The texture of the lamb is great, it's tender and well-cooked. The restaurant served it on a hot plate also equipped with cutlery (knive and fork).

The sauce was not special. As you can see below it is exactly like sate's sauce. I eas expecting something more :(
There were also shallot slices, chili, and lemon. Again..no honey in the sauce. Or maybe there was somethingw rong with my tongue? Not sure but I give 8 for the lamb and 5 for the sauce. Quite sad since it's pricey.


Another food that i had was Tongseng Ayam. Tongseng is goat (lamb) meat or beef stew dishes in curry-like soup with vegetables and kecap manis (sweet soy sauce).At that time the restaurant was running out of lamb whatsoever so that I could only order chicken. So then I had my chicken tongseng. It was nice with light spices. This one is Javanese rather than Arabic food. 


There were slices of cabbage and tomatoes in the soup. The chicken was fried first then added to the soup. The chicken was over-cooked so that they become bit hard. The price for a portion is IDR 35,000 and I got for about 8 chops of chicken in the soup. So it's quite worthy for the taste and the price.

I had my tongseng with rice, a plate of rice is IDR 5,000 in a quite big portion. I can assure you that the rice portion is bigger than any other fancy restaurant :D
Tongseng Ayam

TIPS:
  • Go to "Yaman Kuliner" restaurant at about 10 a.m in the morning so that you can try many kind of "nasi". I recommend Nasi Kebuli and Nasi Briyani. I don't recommend Nasi Buchori cause it tastes like normal fried rice-but sweeter.
  • Take the seat near the entrance since the palce is so small and the owner has only one standing non waving fan.
  • When you take the seat near the entrance (long table with 6 chairs) be ready to get the flying ashes since they barbecued sate next to your seat)
  • Don't come too late in the afternoon. Even if the place opens from 10 in the morning til 10 in the evening they run out favorite menu at noon so that you are "forced" to get non-favorite menu or pricey one like Kambing Oven and Tongseng.
  • They sell other food like fried chicken with sambal but since it's Yaman Kuliner try to taste the Arabic Food.
Good luck!!