Showing posts with label Culinary. Show all posts
Showing posts with label Culinary. Show all posts

Tuesday, December 25, 2012

Jogja Kembali (Lagi) - Part 5

Jika Anda berkunjung ke Keraton Jogja, jangan lupa untuk merasakan santapan a la raja. Saya berkesempatan mencicipi nikmatnya hidangan para raja di Bale Raos.

Bale Raos adalah restoran yang terbuka untuk umum di bagian belakang Keraton. Jika Anda ingin mampir tanpa mengunjungi Kraton juga bisa, lewat jalan kecil, namanya aduh..lupa... yang jelas jalannya di samping Kraton.

Saya berkunjung kurang lebih pukul 10, jadi restoran ini masih sepi. Saya mengambil meja di dekat AC karena cuaca di luar luar biasa panas. Meja makan ditata cantik dengan nuansa kuning-hijau dan batik. Pelayan datang mengisi gelas dengan air putih, complimentary, kapan ya diisi jus buah gratis he he he. Saya sempat membaca sekilas beberapa menu serta penjelasannya. Di buku menu lengkap dituliskan penjelasan tentang tiap-tiap hidangan dan siapa yang menyukai menu tersebut. Penyukanya tentu saja mulai Hamengkubuwono, Sultan Jogja ke 8 sampai leluhur dan keturunannya.



Soal harga, tidak perlu khawatir, sangat terjangkau. Semahal satu paket nasi Mc.D lah. Tapi suasananya pasti berbeda dong, lebih ayem dan adem di Bale Raos ini. Di dinding restoran terdapat testimoni pengunjung lengkap dengan nama dan tanda tangannya. Umumnya mereka adalah pesohor dan pejabat di negeri ini. Ada juga pengunjung asing di sini. Mantab!




Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, pesanan kami datang. Saya memesan Nasi Golong Set dan pacar memesan Nasi Traditional Set. Untuk minuman saya merekomendasikan pacar saya memesan Beer Djawa (non alkohol) dan saya memesan Jus Mangga (Mangga Juice bukan Mango Juice loh tulisannya :P )

Nasi Golong Set terdiri dari semangkuk sayur bening berisi bayam dan jagung muda dipipil. Di piring terdapat nasi 2 kepal kecil. Ada juga trancam isinya parutan kelapa bumbu yang diurap dengan cacahan kasar mentimun, kacang panjang, irisan tipis kol, tak daun kemangi yang rasa campurannya manis, sedikit pedas dan segar. Dua iris telur rebus dan Aayam bumbu merah. Saya kurang paham ini ayam bumbu bali atau ayanm bumbu bakar, yang jelas ayamnya empuk dan bukan ayam potong. Ayam kampung asli nikmat. Hidangan ini pas sekali dimakan saat makan siang atau cuaca terik  Enak..tapi saya sedikit menyesal karena menu saya menu "biasa" saja. Soal rasa sih enak sekali tapi isinya biasa saja. terlalu sederhana.





Menu pacar saya lebih "menarik" Menu nasi Traditional Set lebih terlihat seperti hidangan raja. Nasinya disajikan seperti kubah (tumpeng mini) dengan nas putih di bawah dan nasi merah di ujungnya. Nasionalis seklai kan? Dilengkapi dengan urap-urap, tampaknya sih daun singkong muda bercampur bumbu dan cabe merah dan hijau dilengkapi dengan kerupuk puli (istilah Jawa Tengahnya saya kurang paham, krupuk gender kalo tidak salah).  Untuk ulasan nasi dan urapnya saya hanya mengira-ngira karena saya tidak bisa mencicipi, ludes disantap pacar saya yang kelaparan. Ini baru hidangan nasi saja di piring karena masih ada nampan kedua berisi hidangan yang jauh lebih "ningrat" dibanding milik saya.



Di nampan kedua ada 2 piring kecil dan 1 mangkuk kecil. Di masing-masing piring ada tahu tempe bacem yang warnanya tidak terlalu coklat tetapi legit dan manis. Saya berkesempatan mencicipi hidangan ini karena saya minta dengan "paksa" pada pacar he he he. Piring kedua berisi ayam berbumbu seperti bumbu daging lapis dengan irisan tomat dan cabai merah segar. Dan mangkuk ketika diberikan pacar untuk saya. Ini mangkuk dengan hidangan terajaib yang pernah saya makan dan saya lihat. Sepintas mirip kolak, bukan sayur lodeh dan bukan juga kari. Kuahnya bersantan putih tapi di dalamnya ada bola daging. Jadi ini bakso versi Sultan. Kuahnya kuah santan guruh berbumbu enak. Bola dagingnya bertekstur bagus dan rasanya manis. Jogja banget ya..semua serba manis.


Untuk minumannya Beer Djawa luar biasa enaknya. Gabungan kayu secang, kayu manis, dan rempah lainnya menghasilkan minuman yang wujudnya persis seperti bir tetapi rasanya 1000x lebih enak daripada bir. Walaupun saya belum pernah minum bir saya jamin yang ini lebih enak, sehat, dan berkhasiat, Disajikan dingin nikmat sekali. Pacar sempaty meminta resepnya dan pelayan menjelaskan serta mencatatkan resepnya dengan senang hati, mungkin karena pacar bule jadi lebih mudah dapat fasilitas resep, he he. Sayang saya tidak mencatat ulang jadi saya tidak ingat lagi apa saja rempah-rempah yanbg digunakan dalam membuat Beer Djawa ini. Untuk minuman saya, jus mangga enak dan segar seperti jus mangga pada umumnya. Yang jelas lebih kental dan enak. Sepertinya enak memang menjadi kata kunci dalam tulisan tentang Bale Raos ini :)

Pencuci mulut dilanjut dengan menu Manuk Enom alias si Burung Muda. Ukurannya mini sekali, pantas harganya 7000 rupiah. Menyesal saya hanya memesan 1 porsi. Dibuat dari campuran tapai singkong dan agar-agar puding ini enak sekali. Saya bukan penggemar tapai singkong tetapi untuk Manuk Enom ada pengecualian pastinya. Lucunya untuk bagian sayap ditancapkan emping melinjo di masing-masing sisi. Pikir saya emping hanya hiasan, tetapi ketika saya gigit emping dan pudingnya...wah mak nyussss luar biasa kombinasi rasanya. Kok bisa ya? Pandai sekali koki pencipta puding ini.

Manuk Enom, si Burung Muda. Perut siapa tuh yang tambun? he he he

Intinya jangan lewatkan makan di Bale Raos. Very recommended. Tak sabar ingin ke Bale Raos lagi. Berapa uang yang saya habiskan untuk bersantap di sini? Cek nota yang saya tempelkan berikut ini, bukan bermaksud pamer tapi sekedar berbagi info :)

Nasi Traditional Set 40.000
Nasi golong 35.000
Beer Djawa 14.000
Jus Mangga 12.500
Manuk Enom 7.000

Pajak 10%
Pelayanan 4%

Total 125.000 puas jadi raja dan ratu sehari :)

Sunday, December 2, 2012

My First Vegetarian Food

Senang sebagian gaji sudah di tangan, kemarin saya dan kakak menyempatkan diri berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan ITC di kawasan Pasar Atum Surabaya. Setelah berjuang mendapatkan meja dan kursi kosong di food court ITC untuk makan siang tiba-tiba kami teringat untuk mencari rumah makan vegetarian di sana.

Setelah menyusuri satu per satu rumah makan, sampailah di rumah makan Harmoni (kalau tidak salah ingat namanya itu). Menunya? Wow hampir 20 menu seingat saya. Semua menunya adalah makanan "normal" seperti rujak cingur, sapi lada hitam, rawon, dan lainnya. Tapi..tentu saja non hewani alias semuanya sayuran. Karena bingung ingin makan apa maka saya memilih sup Tom Yum. Ini sup sea food favorit saya. Penasaran seperti apa "hasilnya" dalam versi non hewani he he.

Jika makan di tempat ini haruslah sabar menunggu, untuk 1 hidangan kurang lebih 20 menit baru siap tersaji di meja. Maka dengan sabar hati saya menunggu dan..inilah penampakan sup Tom Yum a la vegetarian.


Seporsi sup Tom Yum harganya 18.000. Mahal untuk ukuran sup tanpa ikan. Rasa kuahnya enak, segar, pedas walaupun tidak terlalu spicy dan berasa Tom Yum. Tapi cukup enak lah. Isi sup ini tahu (ya potongan tahu goreng setengah matang); terong dipotong dadu; jamur shitake yang berasa seperti pete; potongan bakso palsu sekitar 4 potong; potongan bakso ikan palsu yang berasa amis; dan potongan daging 3x3 cm yang bertekstur mirip daging.

Karena saya makan untuk menambah pengalaman makan dan karena saya juga sangat ingin mencoba aneka jenis makanan vegetarian maka saya tidak terlalu kecewa. Sambil makan saya amati daging, bakso ikan, dan bakso daging palsu itu rasanya sih tidak mirip dengan yang asli tapi teksturnya bagus 80% mendekati yang asli. Asyik lah pengalaman makan kemarin.

Makan masih dilanjutkan dengan menambah porsi kedua. Kakak saya memutuskan memesan ham gulung setelah bingung menentukan pilihan sapi lada hitam atau rawon akhirnya ham gulung pemenangnya. Normalnya ham berarti daging babi, tapi karena vegetarian pastinya ini ham-ham-an pikir saya. Seporsi ham ini harganya 20.000. Mahal lagi kan? Tapi rasanya? Wenak. Untuk orang yang tidak terlalu suka makan sayur olahan sayurnya sangat enak dan gurih. Saya takjub dari mana rasa gurih ini didapat. Sekali lagi waktu tunggu makanan kurang lebih 20 menit. Ini penampakan ham gulungnya.


Balutan tepungnya gurih dan enak. Sawi putih digulung bersama beberapa sayuran di dalamnya. Ada irisan wortel, seledri,  sawi hijau dan sayuran lain saya sudah lupa isinya. Rasanya enak sangat direkomendasikan. Hm...jadi ingin makan ham gulung lagi saya. masih penasaran saya bagaimana rasa gurih itu dibuat tanpa menggunakan kaldu, MSG dan lainnya yang hewani. 

Kesimpulan dari Depot Vegetarian Harmoni adalah :
1. Bawa duit cukup banyak
2. Pesan ham gulung lagi
3. Harus coba menu lainnya yang lebih ekstrim :)

Saturday, July 21, 2012

Bakpao

Bakpao is originally a Chinese steamed bun. Chinese fills bakpao with pork, but in Indonesia bakpao is filled with chicken, meat, strawberry, peanuts, and my favorite mung bean.

There is a famous bakpao vendor in the city called "Chik Yen". It is labelled "halal" and the price is cheap. My favorite the mung bean bakpao cost only IDR 2500. It's the only bakpao that i love since i was a kid till now. I don't like any other filling.

The best part of bakpao to me is the bun itself. If it's possible i want to eat the bun with no filled inside. Wondering where i can get that. I think i have to make it by myself than. The cute shape of this bun makes me want to pinch and eat it..yumm



Sunday, January 29, 2012

Warung Wulan

Warung is a small food stall. Usually it is located along the street. Here in Indonesia there are many illegal semi-permanent until permanent food stalls located just along the main street. The warung that i'm going to tell you is a different warung since it's actually a restaurant. I think the owner wants to be more down to earth so that she/he named the place warung. Wulan is "moon" in Javanese. Many Javaenese women are named Wulan, maybe it's like Luna which derives from lunar.

Anyway, a friend of mine told me about this Warung Wulan and i decided to visit the place. I've visited this place more than 5 timPublish Postes already. In Surabaya the restaurant is located in Jalan Ratna. Then it opened another branch near my neighborhood in Buntaran. Buntaran is an area of many warehouses, truck garages, and it's near factories. So i was quite surprised too knowing that there's a quite fancy place here. I don't know what's the owner consideration to choose such area to open the business.



The place opens at about 10:30 a.m and it closes at 7 p.m. The warung is so large so that 200 guests can some and enjoy the food here. It's cool and comfy inside. The room is provided with AC and you can also hear traditional music. The music really creates a good ambiance.





Warung Wulan is an Indonesian food buffet restaurant. With IDR 15,000 or $2 you can enjoy the food plus the dessert. You have to pay more for the beverage. The food is nice, recommended. And since it's a buffet restaurant so you have to be smart enough to arrange the food in your plate, BUT you cannot have another extra meal. You can just take the food once from the display table.



Here's my plate once i visited the warung. Since it's all Indonesian food which sometimes can't be easily describe in English,  i hope i can explain it well.



  1. Soup
  2. Rempeyek
  3. Stir-fried baby kailan
  4. Pangsit goreng (fried pangsit / fried wonton)
  5. Rempah kelapa ( is made of grated coconut  and mixed with spices and eggs and then fried)
  6. Stir-fried bean
  7. Pepes Ikan

And for the drink, my favorite is mung bean juice. It's yum. Mung bean is not my fav, but in this warung they can make a nice and yum juice.

You can choose sweet porridge or fresh fruit as the dessert. The warung's sweet porridge are nice. Usually they serve Bubur Mutiara  (pearl sago porridge which is mixed with coconut milk)or Bubur Sagu (sagu porridge, served with coconut milk t) as few choices of porridge. The porridge is so yum. I can't stop saying how nice the porridge is. You won't regret it.

For your information, the menu is changed day by day. I guess it's a tactic to make the customers keep wondering what they'll have in the following day. It won't make the customer bored too.

So, if you have time to visit Surabaya, just come to Warung Wulan @Jalan Buntaran Manukan Wetan check this site to find the location on the map.

Bon appetit!!