Sunday, March 10, 2013

Museum Taman Prasasti in Memoriam

"Waah.. Bagus banget fotonya.." Aku takjub saat melihat sebuah foto berukuran 16R, yang menampilkan seorang wanita cantik bergaya misterius sedang berjalan di semacam pemakaman, dengan background pohon besar yang daunnya berguguran. Mengingatkanku pada setting film Hollywood bernuansa horor. Semula aku berpikir ini pasti di luar negeri. Tapi di mana ya?
"Itu di Taman Prasasti" sahut Mas Gathoe, sang pemilik foto.
"Taman Prasasti? di Indonesia?�
"Iyalah di Indonesia, di Jakarta, Tanah Abang" jawab Mas Gathoe dengan ekspresi santai, sambil merapikan karya masterpiecenya dengan hati-hati.

Sejak saat itu, aku jadi penasaran dengan yang namanya Taman Prasasti. Apalagi tempatnya tak jauh, hanya di Tanah Abang saja, masa� sih sampai nggak tahu ada tempat sekeren itu. Dan dari beberapa info yang aku dapat, ternyata Taman Prasasti memang tempat favorit para fotografer. Sering juga dijadikan tempat untuk foto prewedding. Mmm.. Pasti tempat benar-benar istimewa. Setelah memendam rasa penasaran bertahun-tahun lamanya, akhirnya aku memenuhi hasratku ke sana bersama suami tercinta. Apalagi kalau bukan untuk berfoto ria. Nggak mau kalah dong sama model dan fotografer ternama :D.

Museum Taman Prasasti
Sebenarnya Taman Prasati itu apa sih? Nama lengkapnya adalah Museum Taman Prasasti. Jadi jelas bahwa tempat ini adalah sebuah museum. Tapi jangan salah. Karena tempat ini bukan sebuah museum biasa. Museum terbuka ini memiliki koleksi prasasti, nisan dan makam, yang terbuat dari batu alam, marmer dan perunggu. Zaman dahulu kala, sebelum dibuka menjadi museum, Taman Prasasti ini adalah sebuah pemakaman Belanda dengan nama Kebon Jahe Kober. Jadi merinding nih, sepertinya seram ya. Tapi makin penasaran seperti apa sih rasanya jalan-jalan ke pemakaman.

Hari sudah menjelang siang saat kami tiba di stasiun Gondang Dia. Dari sana, kami menggunakan jasa bajai untuk mencapai lokasi museum yang terletak di Jalan Tanah Abang 1, Jakarta Pusat. Setelah sempat berputar-putar, akhirnya sampai di sebuah bangunan yang tak terlalu mencolok, tak seperti museum lainnya yang biasanya megah. Hingga kami ragu, betul nggak sih ini tempatnya? Tempat ini sepi sekali. Suasananya lebih mirip pemakaman daripada museum. Lah ini kan emang pemakaman.

aneka nisan dan makam
Memasuki bagian dalam, kami disambut oleh pilar-pilar berukuran besar, semacam prasasti. Ada tulisan indah terukir disana, kebanyakan berbahasa Belanda. Mungkin itu sebuah puisi atau sebuah quote, atau mungkin sebuah peringatan. Aku tak tahu artinya. Di sekitarnya terdapat ratusan nisan dan makam tokoh-tokoh penting di zaman Belanda dulu, baik dari orang Belanda, Inggris maupun Indonesia. Bahkan makamnya Soe Hok Gie, aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an ada di sini.

aneka patung
Adapula patung-patung manusia dan malaikat bersayap, persis dengan patung-patung di negeri Eropa sana. Patung-patung itu tampak sangat hidup, dengan berbagai macam ekspresi. Kebanyakan sih berekspresi kesedihan dan kehilangan. Dari detilnya yang sangat halus, jelas sekali patung-patung itu dibuat oleh pematung dan pemahat ahli di zamannya. Masuk Taman Prasasti ini bagaikan memasuki sebuah galeri seni para seniman. Ternyata tempat ini tak hanya menarik untuk foto-foto saja, tapi juga menyimpan karya seni tingkat tinggi dan bukti-bukti sejarah negeri ini.


Setelah lelah berkeliling dan berfoto-foto, kami leyeh-leyeh sejenak di bangku taman di bawah  pohon besar nan rindang. �Pasti pohon besar ini yang ada di foto waktu itu� gumamku. Pohon besar dengan daun yang berguguran, di sebuah pemakaman, ternyata sangat nyaman.. haha.. Seram? Ah, biasa aja. Kecuali kalau datang ke sini sendirian, atau datang pas malam hari. Itu baru horror.. hiiii.

***


Itu foto-foto dan ceritaku saat kesana pada tahun 2011 lalu. Udah lama banget ya. Kabarnya sekarang Museum Taman Prasasti sudah tak seperti dulu lagi. Pohon-pohon besar nan rindang itu sudah banyak yang ditebang. Beberapa bagian sudah banyak dirombak. Sayang sekali ya. Suasananya pasti tak seteduh dulu lagi. Entah apa alasannya penebangan itu dilakukan, padahal pohon-pohon itu sangat penting untuk penghijauan, dan meredam panasnya Jakarta. Ada yang bilang suasana Taman Prasasti sekarang lebih bersih dan terang benderang. Tapi kalau aku, lebih suka suasana yang teduh dan remang-remang.

Namun bagaimanapun juga tempat ini tetap layak untuk dikunjungi, terutama bagi yang penasaran seperti apa Taman Prasasti sekarang. So, aku tunggu ceritamu kawan.

Happy travelling ^^
jangan bersedih

No comments:

Post a Comment