Tuesday, September 11, 2012
Waterpark Taman Dayu, Pandaan
Pintu Masuk Waterpark
Waterpart Taman Dayu, Pandaan merupakan tempat wisata yang cocok bagi putra - putri sobat. Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa tempat wisata ini adalah berupa kolam renang. Tidak seperti kolam renang pada umumnya, di waterpark ini tersedia berbagai permainan outbound yang dipadu dengan kolam renang.
Waterpark Taman Dayu terletak di KM 48 Surabaya-Malang. Sekitar
Objek Wisata Di Lombok
Pulau Lombok
Objek Wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok seperti halnya pulau Bali memiliki beberapa objek wisata yang sangat indah dan berkelas internasional. Pulau Lombok sendiri tepat berada di sebelah timur pulau Bali. Bila sobat berada di Bali, sobat bisa menuju ke pulau Lombok melalui pelabuhan Padang Bai dengan menggunakan kapal ferry yang bisa ditempuh dalam waktu
Satu Tahun Runaway Diary
�Ledakkan idemu agar kepalamu nggak meledak� � Gol A Gong
Alhamdulillah.. Tak terasa sudah setahun blogku "Runaway Diary" beredar di dunia maya, ikut meramaikan kancah perbloggeran dunia. Selama setahun ini telah terposting sebanyak 72 tulisan, dengan jumlah pageviews mencapai 34.804, dan jumlah follower sebanyak 158. Tentu ini suatu prestasi besar bagiku yang sebelumnya tak punya pengetahuan sama sekali tentang dunia blog, dan tak punya hasrat untuk menulis. Dulu aku merasa diriku ini tak punya bakat dalam bidang menulis. Terbukti dengan nilai mata pelajaran menulis semasa sekolahku dulu yang pas-pasan. Aku lebih senang membaca tulisan orang lain, ketimbang menulis sendiri. Dan aku berpikir, menulis bukanlah bidangku.
Hingga suatu ketika aku dihadapkan pada suatu situasi dimana sahabat, teman, dan orang-orang terdekatku menjauhiku. Aku kehilangan tempat berbagi ide, pengalaman, dan cerita. Semakin hari semakin menumpuk file-file di otakku, tapi aku tak tahu kepada siapa aku harus berbagi. Saat itu aku merasa tak ada seorangpun yang mau mendengarkanku. Akhirnya jalan yang kutempuh adalah dengan menuliskannya. Tujuanku menulis pada awalnya bukan untuk dibaca orang lain, tapi untuk menyalurkan isi otakku. Seperti kata-kata om Gol A Gong "Ledakkan idemu, agar kepalamu nggak meledak". Kira-kira seperti itulah yang kurasakan. Maka kuledakkan ide-ideku dalam sebuah tulisan.
Tulisan awalku adalah tentang perjalanan yang bagiku cukup fenomenal ke Bali. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Kutuliskan dengan sederhana, kuanggap aku sedang bercerita pada seorang sahabat. Dan berharap dia bisa ikut merasakan apa yang kurasakan. Lalu setelah aku tulis, apa yang aku lakukan dengan tulisanku ini? Hanya disimpan? Ah tidak, aku tetap membutuhkan seseorang untuk membacanya. Maka kuputuskan untuk mengirimnya via email kepada teman dekatku yang tinggal di luar kota yang memang sangat penasaran dengan Bali. Tak berapa lama, aku mendapatkan balasan. Dia bilang "Wah aku suka tulisanmu. Tulisanmu bagus loh. Semua mengalir, seolah aku dibawa langsung kesana. Aku tunggu ceritamu lagi yaa..". Ada rasa aneh saat membaca pujiannya. Aku yang tidak berbakat menulis ini ternyata bisa menyenangkan orang lain melalui sebuah tulisan. Itulah proses awal aku mulai menyadari bahwa meledakkan ide dalam sebuah tulisan, bukan hanya merefresh otak dan melegakan pikiran, tapi juga bisa bermanfaat dan menyenangkan orang lain. Dari situlah aku mulai berpikir untuk membuat sebuah blog, agar tulisanku selanjutnya bisa lebih terorganisir. Dan melalui blog, ledakan ideku tidak hanya �didengar� oleh lingkungan tertentu saja, tapi bisa mencakup segala penjuru dan segala kalangan. Karena dunia internet dan dunia blogger tak terbatas.
Melalui blog pula aku bisa mendapatkan teman-teman baru, baik di dunia maya maupun nyata. Dengan nge-blog aku bukan hanya belajar menulis, tapi juga seni yang lain. Seperti mendesign tampilannya agar lebih nyaman dikunjungi. Juga bagaimana berinteraksi dengan para pengunjung, agar mereka merasa diterima saat berkunjung di rumah mayaku ini. Blogku ini terbuka untuk siapa saja, dan siap menerima segala komentar, pujian, kritikan bahkan cacian. Aku terima semuanya sebagai sebuah pembelajaran.
Aku sangat berterima kasih kepada teman-teman blogger semua yang membantu proses belajarku ini. Banyak ilmu, ide, dan masukan yang penting bagi perkembangan blog-ku ini. Juga kepada para �admirers�, �silent readers ��n haters�.. terima kasih telah membuat Runaway Diary ini ada. Dan karena kalian pula Runaway Diary tetap ada sampai sekarang, dan tetap konsisten menelurkan postingan.
Itulah sekilas tentang lahirnya Runaway Diary, blog kebanggaanku ini. Semoga kedepannya aku bisa menghadirkan postingan-postingan yang lebih bermutu, bermanfaat dan menghibur para pembaca sekalian. Happy Blogging ^^
Note: Maaf ya.. sudah berhari-hari blog ini sepi. Maklumlah pemiliknya lagi banyak tugas negara.. hehe.. Jadi berhari-hari pula nggak buka komputer �n nggak sempet posting..
Saturday, September 8, 2012
Tips Nego Gaji saat Wawancara Kerja

KETIKA melamar kerja, calon karyawan akan menghadapi sesi wawancara. Pada saat itulah, setelah mengetahui standar kualifikasi calon karyawan biasanya akan terjadi negosiasi gaji. Namun, banyak orang bingung apa yang harus dilakukan.
Permintaan gaji menjadi pertimbangan perusahaan untuk menerima calon karyawan. Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara.
Berikut yang bisa Anda lakukan saat nego gaji:
1. Tanyakan plafon perusahaan
Calon karyawan boleh saja menanyakan langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterima jika sudah bekerja. Sangat wajar menanyakan standardisasi gaji perusahaan.
2. Tentukan standarisasi gaji
Idealnya, seorang calon karyawan yang telah memiliki pengalman kerja telah menetapkan standardisasi gajinya. Semua dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki. Hal tersebut menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan gaji di atas atau di bawah kisaran
3. Jangan sembarangan menetapkan nilai
Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi, seperti kemampuan kerja, referensi dan informasi mengenai perusahaan yang Anda lamar.
4. Pertimbangkan kebutuhan
Dalam menyampaikan gaji yang diinginkan, Anda harus mempertimbangkan kebutuhan untuk transportasi dan uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok. Jangan sampai salah hitung, hingga belakangan kaget karena gajinya terlalu kecil.
5. Tanyakan tunjangan yang didapat
Selain gaji pokok, tanyakan juga soal tunjangan yang didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan.
Namun, hal diatas tidak berlaku bagi Anda yang fresh graduate. Hal tersebut karena fresh graduate tidak mempunyai nilai jual. Sebesar apapun kompetensinya, tetap saja belum pernah diimplementasikan di dunia kerja. Belum pernah diketahui berapa besar kontribusinya di dunia kerja. Jadi jangan sampai menyampaikan nilai gaji yang dinginkan.(source:metronews)
Delapan Kriteria Bos yang Baik

BAGI seorang atasan, adalah penting untuk mendapatkan rasa hormat dan disegani oleh para karyawan yang dipimpinnya. Tapi, tak ada yang sempurna di dunia ini.
Tak jarang, seorang atasan berpikir telah melakukan yang terbaik dalam memimpin anak buahnya, sementara kenyataan berbicara lain.
Menurut Sandra Naiman, penulis 'The High Achiever's Secret Codebook: The Unwritten Rules for Success at Work,' situasi tersebut kerap terjadi karena atasan tidak menerima feedback yang akurat.
''Sering kali, para karyawan tidak memberitahunya apa yang sebetulnya mereka pikirkan,'' katanya.
Pada nyatanya, menjadi bos yang baik tidak semudah kedengarannya. Menjadi bos bukan berarti Anda bisa memberitahu orang apa yang harus dilakukan, dan mereka pasti melakukannya.
''Peran ini sebetulnya adalah untuk mendukung dan memotivasi orang guna melakukan pekerjaan yang baik. Ini berarti, Anda perlu memahami apa yang memotivasi orang, selalu ada bagi mereka, menjadi contoh yang baik dan menyesuaikan gaya dengan bawahan langsung Anda,'' ujarnya.
Nah, berikut ini adalah sejumlah kriteria atasan yang baik menurut Naiman dan Vicki Salemi, penulis 'Big Career in the Big City' :
1. Dukungan
Tanyakan pada para karyawan, bagaimana cara terbaik bagi Anda untuk mendukung mereka. Hal ini berguna untuk memastikan Anda melakukan upaya terbaik, untuk membantu para karyawan memberikan performa terbaik mereka pula.
Pastikan para karyawan memiliki semua informasi, sumber daya, dan dukungan yang diperlukan guna mendukung kebutuhan mereka dalam melakukan pekerjaan. Tunjukkan bahwa Anda ingin berada di sana untuk mendukung mereka, imbuh Naiman.
2. Feedback
Berikan feedback secara kontinyu, baik yang bersifat positif mau pun konstruktif. ''Hal ini membantu karyawan untuk berkembang (secara profesional) dan menghindari kejutan pada saat penilaian kinerja,'' tutur Naiman.
3. Berkembang
Berikan kesempatan untuk pertumbuhan karier. Dengan demikian, para karyawan akan tahu Anda mendukung mereka, kata Naiman.
4. Kompeten
Jangan sampai para karyawan tahu kekhawatiran pribadi Anda tentang pekerjaan, atau hambatan dan masalah dalam kehidupan personal Anda. ''Hal ini bertujuan untuk menghindari karyawan merasa harus mengurus bos mereka. Seorang bos yang baik dipandang sebagai sosok yang kompeten dan ada untuk mendukung karyawan mereka,'' ujar Naiman.
5. Dipercaya
Ciptakan rasa saling percaya. Seorang atasan yang baik adalah yang dapat dipercaya. Jadi, pegang janji Anda, tindaklanjuti komitmen yang telah dibuat, dan jangan pernah melanggar kepercayaan atau membicarakan orang lain dalan organisasi, kecuali untuk hal positif, kata Naiman.
6. Kasih sayang
Perlakukan karyawan sebagai manusia, bukan bawahan Anda. Jika salah satu karyawan kehilangan seorang anggota keluarganya atau mengalami hari yang buruk, tunjukkan simpati Anda, saran Salemi.
7. Mendengarkan
Salah satu ciri bos yang baik adalah yang mau mendengarkan anak buahnya, termasuk ketika mereka berkeluh kesah. ''Kadan angota tim cuma perlu mengeluarkan uneg-uneg mereka. Bos yang baik mau mendengarkan,'' kata Salemi.
8. Memahami
Ketika Anda tidak benar-benar paham tentang pekerjaan karyawan atau cara mereka melakukannya, akan lebih sulit membantu mereka menavigasi pekerjaan tersebut saat mereka membutuhkan sumber daya lebih.
''Seorang bos yang baik juga harus bersedia berjuang bagi karyawannya. Jika dia tidak memahami magnitut tanggung jawab bawahan langsungnya, akan lebih berat baginya untuk meyakinkan pejabat di atasnya tentang nilai mereka,'' kata Salemi. (source:metronews)
Apakah Atasan Anda Terlalu Bossy?

Salah satu keistimewaan menjadi seorang atasan adalah Anda berhak mendelegasikan tugas kepada bawahan. Anda juga harus memutuskan apa dan bagaimana suatu tugas harus dilakukan. Otoritas sebagai atasan tentunya datang bersama dengan tanggung jawab yang kurang menyenangkan.
Memberi perintah memberi kesan bahwa Anda memiliki kekuasaan, tetapi jika Anda cuma bisa memberi perintah, salah-salah Anda malah dianggap terlalubossy.
Agar Anda tidak dicap sekadar sebagai tukang perintah, simak ciri-ciri atasan yang bossy dan tidak bossy berikut ini.
1. Mendelegasikan tugas
Atasan yang baik akan melimpahkan tugas, bukan cuma memerintah. Karyawan diberi kesempatan untuk menggunakan caranya sendiri untuk menjalankan tugas, dan tidak terpatok pada satu cara yang diinginkan atasannya. Dengan melimpahkan tugas, Anda memungkinkan pemberdayaan karyawan agar lebih kreatif dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah. Anda memberi kebebasan yang bertanggung jawab pada anak buah, dengan tetap memberi pengawasan pada mereka untuk menjalankan tugas.
Atasan yang bossy hanya bisa memerintahkan bawahan untuk mengerjakan sesuatu, kadang-kadang karena ia sendiri tak mampu melakukannya. Atau, ia tak ingin melakukan pekerjaan yang akan menyita waktu luangnya. Kemungkinan lain, ia terlalu menikmati perannya sebagai bos sehingga memanfaatkan momen tersebut untuk menunjukkan kekuasaannya.
Selama atasan masih mendengarkan keinginan, dan umpan balik dari karyawan, serta mempertahankan rasa saling pengertian antarkaryawan, maka ia bisa dikategorikan sebagai atasan yang baik. Perbedaan antara bos yang tegas dan bos yang suka memerintah adalah, bos yang tegas memahami bahwa dia harus tegas mengarahkan, punya rasa saling membutuhkan, dan mengajak anggota timnya untuk lebih maju. Sementara, bos yang suka memerintah tidak akan peduli dengan anggota timnya, dan berpikir untuk dirinya sendiri.
Atasan yang hanya suka memerintah cenderung menggabungkan ketegasan mereka dalam ukuran yang tinggi, tidak menghormati, serta cenderung merendahkan orang lain. Sedangkan atasan yang baik tahu bagaimana cara bersikap tegas dengan cara positif, dan mendukung para karyawannya agar terus merasa termotivasi dalam bekerja.
Seorang atasan yang sangat suka memerintah berarti berkeinginan untuk membatasi ekspresi dan kebebasan ide dari orang lain. Faktanya setiap orang dipekerjakan karena masing-masing dari mereka memiliki keterampilan, ide, dan perspektif unik bagi pekerjaannya. Jika bos terlalu memonopoli dan memanfaatkan wewenangnya untuk membenarkan semua hal yang dilakukannya, maka kerjasama tim tidak akan terbentuk.
Seorang atasan yang terlalu bossy biasanya hanya melihat kekurangan anggota timnya, dan bukan kontribusi positif dari masing-masing individu. Ia akan memberikan tekanan terus-menerus kepada bawahannya, tanpa tahu kapan memberi waktu bagi bawahan untuk "bernafas", atau membantu memberi solusi atas masalah yang terjadi.
Atasan yang baik tahu bagaimana cara memperlakukan anggota timnya dengan hormat dan baik, bahkan ketika mereka harus berkata tidak. Selain itu, ketika melakukan sebuah kesalahan, seorang atasan yang baik tidak sungkan untuk mengakui kesalahannya. Hal ini umumnya tidak akan dilakukan oleh atasan yang suka memerintah. Ia gengsi mengakui kesalahannya, dan kemungkinan akan melempar kesalahannya pada orang lain.(source:kompas)
7 Dampak Buruk Stres

Tahukah Anda, stres berlebihan memiliki dampak tidak baik dan dapat berakibat buruk lho. Tidak hanya bentuk wajah yang terlihat murung dan mudah tersinggung, stres juga bisa menimbulkan dampak buruk lain yang akan menganggu aktivitas Anda.
1. Emosi yang naik turun. Dia dapat dengan mudah mengeluarkan emosi yang tidak terkontrol.
2. Kecenderungan bersikap negatif. Orang yang mengalami stres dapat terpengaruh untuk berperilaku buruk. Di mana ia berpikir dengan perilaku tersebut bisa menghilangkan rasa stresnya, seperti minum alkohol atau menggunangan narkoba. Bukan pelepasan stres yang baik tentu saja.
3. Konsentrasi terganggu. Orang yang menderita stres menjadi tidak fokus akan apa yang sedang dikerjakannya.
4. Selera makan terganggu. Biasanya, orang yang sedang stres akan melupakan makannya, atau bahkan sebaliknya, ia akan makan tanpa henti yang dapat menyebabkan obesitas.
5. Lebih hiperaktif dari biasanya. Penderita stres akan membuat keputusan tanpa pertimbangan karena otaknya sedang tidak bisa berpikir panjang.
6. Lebih mudah jatuh sakit. Misalnya, terserang migrain dan maag.
7. Rentan terkena insomnia. Stres dapat membuat seseorang tidak nyenyak saat tidur.
Melihat dampaknya yang tidak baik bagi diri sendiri khususnya pada kesehatan, Anda sebaiknya dapat mencegah rasa stres pada diri masing-masing. Rustika Thamrin, SPsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital, seperti dilansir kompas.com mengatakan, "Perlu ada manajemen stres yang baik agar stres tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius dan buruk bagi tubuh."
Bagaimana, apa Anda pernah mengalami satu dari tujuh dampak di atas? (source:ecc)
Subscribe to:
Posts (Atom)
